Topan Dolphin Tempuh 6.000 Km Sebelum Hantam China, Ini yang Membuatnya Tak Biasa
Topan Dolphin menerjang China setelah menempuh perjalanan sekitar 6.000 kilometer. Badai dengan umur yang disebut lebih dari tiga kali rata-rata topan tersebut
Zhejiang diperkirakan mendapatkan hujan hingga 500 mm dalam beberapa hari. Di wilayah perkotaan seperti Shanghai, banjir telah mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah di berbagai wilayah juga melakukan evakuasi, membuka tempat penampungan, menghentikan perjalanan laut, serta menutup sejumlah tempat wisata.
Rangkaian tindakan tersebut menunjukkan bahwa dampak sebuah topan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan anginnya. Jumlah hujan, kondisi pesisir, serta kepadatan penduduk di wilayah yang dilalui badai juga menjadi faktor penting.
Penutup
Topan Dolphin menjadi perhatian bukan hanya karena menghantam China dengan hujan deras dan angin kencang, tetapi juga karena perjalanan panjangnya sejauh sekitar 6.000 kilometer sebelum mencapai daratan.
Badai tersebut telah mendorong evakuasi lebih dari 1 juta warga, menyebabkan banjir di Shanghai, mengganggu aktivitas wisata dan transportasi laut, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan ekstrem di Zhejiang.
Dengan curah hujan yang diperkirakan mencapai 250 hingga 500 mm di sejumlah wilayah, ancaman Topan Dolphin belum dapat dianggap selesai. Fakta bahwa sistem badai ini memiliki perjalanan dan umur yang tidak biasa juga menunjukkan bagaimana sebuah topan dapat memberikan dampak luas setelah bergerak dalam jarak ribuan kilometer.
Referensi
-
BBC News, “Typhoon Dolphin: China evacuates more than 1 million people as massive storm arrives”