Topan Dolphin Tempuh 6.000 Km Sebelum Hantam China, Ini yang Membuatnya Tak Biasa
Topan Dolphin menerjang China setelah menempuh perjalanan sekitar 6.000 kilometer. Badai dengan umur yang disebut lebih dari tiga kali rata-rata topan tersebut
Anak tersebut disebut tersapu ke laut.
Hingga laporan BBC yang menjadi bahan artikel ini, pemerintah China belum melaporkan adanya korban jiwa.
Kasus anak yang hilang tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat menimbulkan risiko serius, terutama di wilayah pesisir yang menghadapi angin kencang dan gelombang tinggi.
Aktivitas Laut Dihentikan
Dampak Topan Dolphin juga terasa di Provinsi Fujian.
Otoritas maritim setempat menghentikan puluhan rute kapal feri penumpang. Lebih dari 100 proyek konstruksi lepas pantai juga dihentikan sementara.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi laut dan cuaca buruk.
Penghentian aktivitas maritim menjadi bagian penting dari respons terhadap badai karena wilayah pesisir menghadapi kombinasi angin kencang, hujan deras, dan kondisi laut yang berbahaya.
Mengapa Perjalanan Topan Dolphin Menjadi Sorotan?
Perjalanan sepanjang sekitar 6.000 kilometer menjadi salah satu fakta paling menonjol dari Topan Dolphin.
Sebuah topan dapat mengalami perubahan kekuatan selama perjalanan karena dipengaruhi oleh kondisi laut dan atmosfer. Namun, dalam kasus Dolphin, sistem badai tersebut mampu bertahan dalam perjalanan yang sangat panjang sebelum akhirnya mencapai China.
Menurut CCTV, umur sistemnya bahkan lebih dari tiga kali rata-rata topan.
Baca Juga
Hal tersebut membantu menjelaskan mengapa dampaknya terasa di wilayah yang sangat luas dan mengapa pemerintah China mengambil langkah antisipasi dalam skala besar.
China Masih Menghadapi Ancaman Hujan Lebat
Meskipun perhatian utama tertuju pada kedatangan Topan Dolphin, hujan yang menyertainya menjadi ancaman yang tidak kalah serius.