Internasional

Topan Dolphin Tempuh 6.000 Km Sebelum Hantam China, Ini yang Membuatnya Tak Biasa

Topan Dolphin menerjang China setelah menempuh perjalanan sekitar 6.000 kilometer. Badai dengan umur yang disebut lebih dari tiga kali rata-rata topan tersebut

Topan Dolphin Tempuh 6.000 Km Sebelum Hantam China, Ini yang Membuatnya Tak Biasa
Topan Dolphin, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Topan Dolphin menerjang China setelah menempuh perjalanan sekitar 6.000 kilometer. Badai dengan umur yang disebut lebih dari tiga kali rata-rata topan tersebut kini membawa hujan deras, banjir, serta gangguan aktivitas di sejumlah wilayah.

Lebih dari 1 juta warga telah dievakuasi untuk menghindari dampak badai. Pemerintah juga meminta masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan ketika Topan Dolphin melanda sejumlah kawasan di China.

Dampaknya terlihat jelas di Shanghai dan Provinsi Zhejiang. Sejumlah kawasan mengalami banjir, sementara berbagai objek wisata dan layanan transportasi ikut ditutup atau dihentikan.

Topan Dolphin Menempuh Perjalanan 6.000 Km

Salah satu hal yang membuat Topan Dolphin menarik perhatian adalah perjalanan panjangnya sebelum mencapai China.

Menurut laporan CCTV yang dikutip BBC, badai tersebut telah bergerak sejauh sekitar 6.000 kilometer sebelum mencapai daratan.

Jarak tersebut menunjukkan betapa luasnya sistem badai yang kemudian membawa dampak ke wilayah China.

CCTV juga menyebut Topan Dolphin memiliki umur lebih dari tiga kali lipat dibandingkan rata-rata topan. Kondisi tersebut membuat badai ini menjadi sistem cuaca yang memiliki perjalanan dan masa hidup tidak biasa.

Setelah bergerak dalam jarak yang sangat jauh, Dolphin akhirnya membawa pengaruh besar ketika mencapai wilayah China.

Lebih Dari 1 Juta Warga Dievakuasi

Besarnya ancaman membuat pemerintah China melakukan evakuasi dalam skala besar.

Di Provinsi Zhejiang, sekitar 900.000 warga di Wenzhou telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah setempat juga membuka lebih dari 1.000 tempat penampungan darurat.

Sementara itu, sekitar 390.000 orang lainnya telah dievakuasi dari rumah mereka di Taizhou.

Angka tersebut menunjukkan besarnya persiapan yang dilakukan pemerintah untuk menghadapi badai dan potensi banjir.

Berita Terkait