Kolombia Punya Presiden Sayap Kanan Baru, AS Kucurkan Bantuan Keamanan $1 Miliar
Abelardo de la Espriella resmi menjadi presiden baru Kolombia dengan membawa agenda politik sayap kanan yang lebih keras terhadap kejahatan terorganisasi. Hanya
De la Espriella sendiri memiliki gaya politik yang mirip dengan sejumlah pemimpin konservatif di kawasan, terutama dalam penggunaan pendekatan keamanan yang keras untuk menghadapi geng dan kelompok kriminal.
Di El Salvador, Nayib Bukele dikenal melalui kebijakan penangkapan massal terhadap anggota geng. Sementara di Ekuador, Daniel Noboa mengambil langkah keamanan yang lebih agresif setelah meningkatnya kekerasan kelompok kriminal.
Pemerintahan baru Kolombia kini tampaknya bergerak ke arah yang serupa, meskipun kondisi politik, geografis, dan sejarah konflik Kolombia memiliki karakteristik tersendiri.
Hubungan dengan Israel Juga Berubah
Perubahan tidak hanya terjadi dalam kebijakan keamanan domestik.
De la Espriella juga menjanjikan hubungan militer yang lebih kuat dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sikap tersebut berlawanan dengan Petro yang memutus hubungan diplomatik dengan Israel terkait perang di Gaza dan secara terbuka mendukung perjuangan Palestina.
Dengan pemerintahan baru, Kolombia diperkirakan akan mengambil posisi yang jauh lebih dekat dengan Washington dan sekutunya.
Perubahan ini sekaligus mengurangi jumlah pemerintahan sayap kiri yang menjadi sekutu politik utama di kawasan Amerika Selatan.
Brasil yang dipimpin Luiz Inácio Lula da Silva kini menghadapi lingkungan politik regional yang semakin berbeda. Pergeseran tersebut juga dapat memengaruhi dinamika kerja sama dan persaingan politik di Amerika Latin.
Siapa Abelardo de la Espriella?
Abelardo de la Espriella bukan politisi tradisional Kolombia.
Baca Juga
Ia merupakan pengacara dan pengusaha kaya yang membangun citra sebagai orang luar dari elite politik konvensional. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai pengacara pembela sejumlah tersangka atau pelaku kejahatan narkotika dan kelompok paramiliter.
Kini, kelompok-kelompok kriminal tersebut justru menjadi salah satu sasaran utama pemerintahannya.
De la Espriella juga memiliki hubungan kuat dengan Amerika Serikat. Ia telah menjadi warga negara AS sejak 2023 setelah bertahun-tahun tinggal dan bekerja di Miami.