Kabinet Prabowo Disorot Tajam! Ini Daftar Menteri dengan Nilai Tertinggi dan Paling Layak Direshuffle
Lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terbaru yang mengukur penilaian masyarakat terhadap kinerja sejumlah menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
IPO mencatat sebanyak 57,2 persen responden tidak mengetahui atau tidak dapat menyebutkan menteri yang memiliki kinerja terbaik .
Angka tersebut menunjukkan bahwa popularitas dan kinerja para menteri masih belum sepenuhnya diketahui masyarakat luas.
"Di sisi lain, masih terdapat 57,2 persen responden yang menyatakan tidak mengetahui atau tidak dapat menyebutkan menteri yang bekerja dengan baik," kata Dedi.
Temuan ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah.
Sebab, kinerja pemerintah pada akhirnya tidak hanya dinilai berdasarkan program yang dijalankan, tetapi juga seberapa jauh masyarakat mengetahui, memahami, dan merasakan manfaat dari program tersebut.
Dengan kata lain, pekerjaan rumah pemerintah bukan cuma bekerja, tetapi juga memastikan hasil kerja tersebut dapat dirasakan dan dikomunikasikan secara efektif kepada publik.
Natalius Pigai Jadi Menteri dengan Kinerja Terburuk
Jika Purbaya berada di posisi teratas dalam kategori menteri dengan kinerja terbaik, hasil berbeda terlihat pada kategori kinerja terburuk.
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menjadi figur yang paling banyak disebut responden sebagai menteri dengan kinerja terburuk.
Pigai memperoleh angka 51,8 persen .
Posisi berikutnya ditempati Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dengan 48,5 persen dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan 45 persen.
Baca Juga
Berikut daftar lengkap menteri yang dinilai memiliki kinerja terburuk berdasarkan survei IPO:
- Menteri HAM Natalius Pigai – 51,8 persen
- Menteri PU Dody Hanggodo – 48,5 persen
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni – 45,0 persen
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait – 16,7 persen
- Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono – 14,1 persen
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana – 12,6 persen
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli – 8,3 persen
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti
Temuan tersebut memperlihatkan adanya jarak cukup besar antara tiga nama teratas dengan menteri lainnya dalam kategori kinerja terburuk.