Catatan Dahlan Iskan . 19/07/2026, 05:28 WIB
Ketemu. Dua orang itu pakai jas TNI-AL. Masih muda. Gagah. Ganteng. Saya baca nama yang tertera di dada. Saya pun tahu siapa mereka.
Kian siang kian ramai. Banyak rombongan tur tiba dengan bus wisata: 90 persen berwajah Tionghoa. Tour leader-nya juga berwajah Tionghoa. Penjelasannya pakai bahasa Mandarin.
Saya dekati beberapa dari mereka. Saya ajak ngobrol pakai bahasa Mandarin. Ada yang datang dari provinsi Shandong. Suami-istri. Mereka berangkat naik kereta api dua hari dua malam ke kota terakhir Tiongkok yang paling dekat dengan Vladivostok. Lalu ganti naik bus melintas perbatasan.
"Saya TikToker," katanya memperkenalkan diri sambil menunjuk kamera khusus yang menempel di dadanya.
"Bisa dapat uang dari TikTok?"
"Hahaa.... Tidak. Tapi saya senang," katanya. Ia pun memberi saya akun TikToknya: 804471982.
Suami-istri itu pensiunan BUMN di Tiongkok. Mereka akan tiga hari di Vladivostok. "Wilayah ini dulunya milik Tiongkok," katanya. "Sedih," tambahnya.
Rupanya ia akan bikin laporan perjalanan untuk rakyat Tiongkok. Inilah kondisi Vladivostok saat ini, wilayah yang dulunya milik Tiongkok". (Dahlan Iskan)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id