Internasional . 17/07/2026, 17:59 WIB

Ketegangan Memuncak! Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Fasilitas Militer AS di Timur Tengah

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali membara. Pemerintah Iran melancarkan gelombang serangan baru yang menyasar berbagai fasilitas militer Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 17 Juli 2026.

Langkah agresif ini mencakup serangan langsung pertama Teheran ke wilayah Suriah, setelah pasukan AS menggempur fasilitas militer Iran selama enam malam berturut-turut.

Eskalasi ini menghancurkan kesepakatan gencatan senjata bulan lalu. Konflik kini berubah menjadi siklus aksi saling serang harian. Dampaknya, arus pelayaran di Selat Hormuz yang sangat vital bagi pasokan energi global kembali terhenti total.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran baru di kalangan investor terkait efek domino terhadap ekonomi global, menyusul perang yang melibatkan AS dan Israel sejak Februari lalu.

AS Gempur Infrastruktur Vital dan Pangkalan Garda Revolusi Iran

Sebelum Teheran melancarkan aksi balasan, militer AS mengonfirmasi bahwa mereka telah menyelesaikan operasi udara malam lainnya. Operasi ini bertujuan untuk melemahkan kekuatan militer Iran.

Jet tempur, drone, dan kapal perang AS melepaskan amunisi presisi ke puluhan target strategis di Pulau Qeshm, dekat Bandar Abbas (pelabuhan terbesar Iran), serta fasilitas angkatan laut dan Garda Revolusi.

"Pasukan AS, termasuk jet tempur, drone udara, dan kapal perang, meluncurkan amunisi presisi yang mengenai puluhan target militer Iran seperti situs pengawasan pantai dan pertahanan udara, infrastruktur logistik militer, dan kemampuan maritim," tulis Komando Pusat AS dalam pernyataan resminya.

Gempuran masif Washington merusak infrastruktur penting, termasuk lima jembatan, stasiun kereta api di Bandar Khamir, dan Bandara Iranshahr di tenggara Iran. Kantor berita negara IRNA melaporkan, tujuh orang tewas akibat serangan udara pada jembatan di kota pelabuhan Bandar Khamir. Sementara itu, kantor berita semi-resmi Tasnim mengabarkan seorang warga sipil tewas di daerah Pasabandar, dekat kota pelabuhan Chabahar.

Iran Klaim Serangan Perdana di Suriah dan Targetkan Pangkalan AS

Sebagai respons atas kematian militernya di Iranshahr, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung membalas. Mereka menghantam pusat komando operasi khusus AS di al-Tanf, Suriah.

Aksi ini menjadi sejarah baru karena menandai serangan langsung pertama Iran ke Suriah, negara yang selama ini berupaya keras menghindari keterlibatan dalam konflik regional. Meskipun demikian, kantor berita Reuters menyatakan belum bisa memverifikasi laporan klaim tersebut secara independen.

Tidak berhenti di Suriah, militer Iran juga menembakkan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) ke pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait pada Jumat pagi. Ledakan keras bahkan terdengar hingga ke ibu kota Qatar, Doha. Kementerian Dalam Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa pecahan peluru dari insiden tersebut melukai seorang anak.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Garda Revolusi berhasil menghancurkan sistem radar angkatan laut AS di Salameh Rocks serta radar pengontrol udara di kawasan Ghannem, Oman. Ketegangan ini makin meluas mengingat pejuang Hizbullah di Lebanon terus bertempur melawan Israel, sementara kelompok bersenjata di Irak aktif meluncurkan roket ke posisi AS.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id