Sport . 15/07/2026, 14:30 WIB
Drama kembali tersaji pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Empat gol tercipta hanya dalam satu babak pertama, membuat skor berakhir 2-2 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu usai.
Momentum pertandingan berubah ketika David Beckham menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Diego Simeone pada awal babak kedua.
Laga akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Argentina keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 setelah Paul Ince dan David Batty gagal menjalankan tugasnya dari titik putih.
Empat tahun setelah kegagalan di Prancis, Inggris memperoleh kesempatan membalas kekalahan mereka. Pada fase grup Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang, David Beckham menjadi pahlawan lewat gol penalti.
Gol tersebut lahir setelah Mauricio Pochettino melanggar Michael Owen di kotak terlarang. Beckham yang sebelumnya menjadi sorotan akibat kartu merah pada 1998 sukses menuntaskan eksekusi dengan tenang.
Kemenangan 1-0 membantu Inggris lolos ke babak berikutnya, sedangkan Argentina harus tersingkir lebih awal dari turnamen.
Kini, Inggris dan Argentina kembali dipertemukan untuk keenam kalinya di Piala Dunia. Duel di Atlanta akan menjadi kesempatan bagi Inggris untuk memperbaiki rekor mereka di era modern, sementara Argentina berupaya mempertahankan dominasi dalam pertandingan-pertandingan besar.
Sorotan akan tertuju kepada Jude Bellingham sebagai motor permainan Inggris dan Lionel Messi yang berpeluang kembali memimpin Argentina menuju final. Apa pun hasilnya nanti, semifinal Piala Dunia 2026 dipastikan akan menambah satu babak baru dalam rivalitas yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.
Referensi:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id