fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari klub London Utara, Arsenal, yang dikabarkan sempat menjajaki opsi pertukaran pemain antara Viktor Gyokeres dengan Julian Alvarez.
Laporan terbaru dari talkSPORT, dilansir SportsMole, yang mengungkapkan bahwa manajemen Arsenal sempat mendiskusikan menjadikan Gyokeres sebagai pelicin dalam proses negosiasi awal untuk memboyong Alvarez.
Langkah tersebut kemungkinan diambil Arsenal demi mendapatkan tanda tangan bintang Argentina, Julian Alvarez, karena Atletico Madrid mematok harga selangit.
Klub raksasa Spanyol itu bahkan sempat menolak mentah-mentah pendekatan dari Barcelona dan Real Madrid dengan merujuk pada klausul pelepasan sang pemain yang mencapai 432 juta poundsterling.
Alvarez sendiri saat ini tengah fokus membela tim nasional Argentina yang bersiap menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 26 tahun tersebut menjadi pahlawan kemenangan timnya saat mendepak Swiss di perempat final lewat gol spektakuler dari jarak jauh pada menit ke-112.
Sepanjang musim lalu bersama Atletico, Alvarez tampil impresif dengan torehan 20 gol dan sembilan umpan matang dari 49 pertandingan.
Lebih dari sekadar angka, ia juga dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menghubungkan aliran bola di sepertiga akhir lapangan bersama rekan-rekan setimnya.
Urgensi Ketajaman Lini Serang Arsenal
Langkah agresif di bursa transfer ini sebenarnya dipicu oleh keresahan para pendukung Arsenal. Banyak pihak menilai pergerakan klub sangat pasif pada musim panas ini, terutama dalam mendatangkan amunisi baru untuk sektor penyerangan.
Musim lalu, tim asuhan Mikel Arteta hanya mampu mengemas 71 gol di Liga Primer Inggris. Catatan ini dinilai kurang meyakinkan jika mereka ingin mempertahankan takhta juara tanpa adanya tambahan daya gedor yang signifikan di lini depan.
Baca Juga
Dilema Produktivitas Viktor Gyokeres
Meskipun Viktor Gyokeres berhasil mengemas 14 gol di Liga Primer Inggris pada musim 2025-2026, kontribusinya mulai dipertanyakan untuk jangka panjang.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa dari keseluruhan gol tersebut, hanya 11 gol yang lahir bukan dari titik putih.
Lebih mengkhawatirkan lagi, delapan gol di antaranya dicetak saat melawan tim-tim papan bawah yang finis di posisi delapan terbawah klasemen.