Lifestyle . 12/07/2026, 16:33 WIB
Terkadang, anak-anak sengaja menolak untuk tidur dan menjadi gelisah karena mereka sebenarnya merindukan perhatian dari orang tua mereka. Untuk mengatasi hal ini, ayah dan bunda harus meluangkan waktu berkualitas bersama anak setiap hari tanpa adanya gangguan dari ponsel atau pekerjaan. Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk mengobrol tentang kegiatan mereka seharian, bermain bersama, atau membacakan dongeng sebelum tidur. Perhatian yang penuh ini akan memberikan rasa aman dan ketenangan emosional pada anak, sehingga mereka dapat tidur dengan lebih nyenyak.
7. Memberikan Contoh Kebiasaan Tidur yang Baik
Proses penyesuaian usai liburan panjang ini tidak hanya berlaku untuk anak-anak, melainkan juga bagi orang tua. Orang tua memegang kendali penuh dalam menciptakan suasana rumah yang kondusif. Anda harus memberikan contoh nyata dengan menerapkan kebiasaan tidur yang sehat di rumah. Ketika anak melihat orang tua mereka mematikan televisi dan gawai saat malam hari, mereka akan lebih mudah menirik perilaku positif tersebut.
Menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten akan membawa perubahan positif yang signifikan pada kualitas tidur anak. Dengan dukungan dan kesabaran dari orang tua, si kecil pasti mampu mengembalikan pola tidur mereka yang sempat berantakan dengan cepat, sehingga mereka siap kembali ke sekolah dengan tubuh yang segar dan penuh energi.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id