Ekonomi . 12/07/2026, 16:49 WIB

Geliat Pasar Modal 2026: 7 Perusahaan Sukses IPO, BEI Kantongi 4 Calon Emiten Baru di Pipeline

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Aktivitas penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia terus menunjukkan pergerakan positif. Hingga tanggal 10 Juli 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah sukses mengantarkan sebanyak tujuh perusahaan untuk melangsungkan pencatatan perdana saham mereka di lantai bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengungkapkan bahwa otoritas bursa saat ini masih mengantongi empat perusahaan lagi dalam antrean (pipeline) yang siap melangsungkan aksi korporasi serupa.

"Sampai 10 Juli 2026, telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp2,16 triliun. Hingga saat ini, terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Saidu melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Rincian Skala Aset dan Sektor Calon Emiten Baru

Dari empat perusahaan yang kini berada dalam antrean IPO tersebut, Saidu merinci bahwa komposisinya terdiri dari dua perusahaan beraset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miar. Sementara itu, dua perusahaan lainnya merupakan korporasi beraset skala kecil dengan nilai di bawah Rp50 miliar. Klasifikasi modal dan ukuran aset ini merujuk secara resmi pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Jika kita melihat dari peta sektor bisnisnya, calon emiten baru ini tersebar ke dalam beberapa bidang. Sebanyak dua perusahaan bergerak di sektor kesehatan, satu perusahaan berasal dari sektor barang konsumen primer, dan satu perusahaan lainnya beroperasi di sektor barang baku.

Kehadiran para emiten baru ini akan semakin memperbanyak pilihan investasi bagi para pemodal. Hingga 10 Juli 2026, total perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia sudah mencapai 963 perusahaan. BEI sendiri memasang target besar agar jumlah perusahaan tercatat ini mampu menyentuh angka 1.100 perusahaan pada tahun 2030 mendatang.

Perkembangan Penerbitan EBUS dan Aksi Rights Issue

Selain instrumen saham lewat jalur IPO, instrumen pendanaan lain seperti Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. BEI mencatat telah ada penerbitan 109 emisi dari 59 penerbit EBUS yang berhasil menghimpun total dana segar senilai Rp100,12 triliun per 10 Juli 2026.

Pergerakan instrumen ini masih akan terus berlanjut. Saidu menambahkan bahwa saat ini masih ada 12 emisi dari 11 penerbit EBUS dari berbagai macam sektor yang mengantre di dalam pipeline untuk menerbitkan emisi teranyar mereka.

Di sisi lain, dinamika pasar modal juga diramaikan oleh aksi korporasi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Sepanjang periode yang sama hingga pertengahan Juli ini, terdapat empat perusahaan yang telah mengeksekusi aksi rights issue dengan total perolehan dana mencapai Rp3,89 triliun.

Ke depan, antrean untuk aksi korporasi ini masih menyisakan satu perusahaan lagi yang berasal dari sektor properti yang bersiap untuk menggelar rights issue.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id