Megapolitan . 11/07/2026, 15:56 WIB

TPS 3R Menteng Atas Olah 32 Ton Sampah per Hari Jadi RDF

Penulis : Mihardi
Editor : Mihardi

fin.co.id - Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, mampu mengolah sekitar 32 ton sampah setiap hari menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF). Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Kamil Salim, mengatakan proses pengolahan dilakukan selama 7 jam 19 menit setiap hari. Dari total sampah yang masuk, sekitar 20 hingga 30 persen dapat diubah menjadi RDF.

"Setiap hari sekitar 32 ton sampah dapat diolah dalam waktu efektif selama 7 jam 19 menit. Sebanyak 20 hingga 30 persen di antaranya dapat menjadi RDF, bergantung pada kondisi dan tingkat keterpilahan sampah," ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2026.

Menurut Kamil, jumlah RDF yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh komposisi dan kualitas sampah yang diterima. Oleh sebab itu, pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi pengolahan sekaligus menghasilkan RDF dengan kualitas yang lebih baik.

Ia menilai pengolahan sampah di tingkat kawasan merupakan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir. Melalui proses tersebut, sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif sehingga mampu menekan beban TPST Bantar Gebang.

"Pengolahan di TPS 3R perlu didukung kebiasaan masyarakat mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Upaya ini membuat pengolahan lebih efisien, meningkatkan kualitas RDF, dan mengurangi beban Bantargebang," terangnya.

Operasional TPS 3R Menteng Atas melibatkan 10 personel yang menangani seluruh tahapan, mulai dari penerimaan, pemilahan, hingga proses pengolahan sampah.

Fasilitas tersebut memanfaatkan mesin La MACCA yang dikembangkan PT Mario Mikron Metalindo. Selama masa uji coba, pengoperasiannya didukung PT Mitra Kurnia Indah (MKI) sebagai penyedia layanan pengelolaan sampah, serta pendampingan teknisi dari pengembang mesin.

"Ada juga pendampingan teknisi PT Mario Mikron Metalindo untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, optimal, dan sesuai prosedur teknis," ungkapnya.

Direktur Utama PT Mario Mikron Metalindo, Jusman Sikki, mengatakan teknologi tersebut merupakan inovasi buatan dalam negeri yang dirancang untuk mengolah sampah organik maupun anorganik menjadi bahan bakar alternatif secara lebih efisien.

Ia berharap teknologi tersebut dapat diterapkan di lebih banyak daerah sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah.

"Semoga teknologi ini dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pemerintah daerah. Sehingga, sampah dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi," tandasnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id