fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) di sektor pertahanan sempat direncanakan untuk dijual kepada pihak asing. Namun, ia memastikan pemerintah membatalkan rencana tersebut demi menjaga kemandirian industri strategis nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan secara serentak pada Jumat, 10 Juli 2026.
"Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang," kata Prabowo.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan strategis seperti PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dirgantara Indonesia kini justru menunjukkan perkembangan positif setelah tetap dipertahankan sebagai aset negara.
Prabowo mengatakan PT PAL Indonesia kini semakin mampu memproduksi berbagai kapal perang dengan teknologi yang lebih maju. Bahkan, perusahaan tersebut diproyeksikan mengembangkan kapal perang berteknologi tinggi pada masa mendatang.
"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih," jelasnya.
Selain PT PAL, Prabowo juga menyoroti perkembangan PT Pindad yang mulai dipercaya pasar internasional. Ia menyebut salah satu negara yang akan menggunakan produk pertahanan buatan Indonesia adalah Arab Saudi.
"PT Pindad, dari Arab Saudi. Tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad. Senjata kita teruji,"* ucapnya.
Prabowo menilai kemajuan industri pertahanan nasional menjadi bukti bahwa BUMN strategis mampu bersaing di tingkat global apabila mendapat dukungan dan tidak dilepas kepada pihak asing.
Anisha Aprilia/Disway