Internasional . 10/07/2026, 22:15 WIB

Kremlin Buka Suara: Putin Tetap Terbuka Dialog dengan Trump Usai KTT NATO

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Kremlin baru saja memberikan pernyataan resmi mengenai hubungan diplomatik antara Rusia dan Amerika Serikat. Pemerintah Rusia menegaskan bahwa Presiden Vladimir Putin tetap membuka pintu dialog dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pernyataan ini muncul meskipun rencana pembicaraan via telepon yang banyak publik perkirakan belum juga terlaksana hingga saat ini.

Pihak Rusia memahami adanya kesibukan tingkat tinggi dari pemimpin baru AS tersebut, terutama setelah menghadiri rangkaian agenda internasional yang padat.

Agenda Padat AS Setelah KTT NATO di Ankara

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memberikan penjelasan langsung mengenai tertundanya komunikasi kedua pemimpin negara ini kepada media.

"Bapak Trump tampaknya sangat sibuk setelah seluruh rangkaian pertemuan di Ankara sehingga tidak ada yang menelepon kemarin," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan dalam konferensi pers, Kamis, 9 Juli 2026.

Peskov merujuk pada agenda Trump di Ankara, Turki, saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ke-36. Padahal, setelah pembicaraan melalui telepon antara kedua pemimpin pada akhir pekan lalu, Kremlin, Senin (6/7) menyatakan Putin dan Trump memahami bahwa komunikasi di antara mereka akan kembali berlanjut dalam waktu dekat.

Meski obrolan telepon tersebut belum terwujud, Peskov memastikan bahwa Putin "selalu senang" apabila harus berbicara dengan Trump. Menurut pandangannya, kedua tokoh dunia ini sebenarnya memiliki ikatan komunikasi yang positif.

"Presiden Putin terbuka untuk berdialog," ujar Peskov. Ia juga menambahkan bahwa kedua pemimpin memiliki "dialog yang benar-benar konstruktif, meskipun terdapat sejumlah perbedaan pandangan."

Hubungan Ukraina dan AS: Rencana Trump Tutup Langit Kiev

Pernyataan dari pihak Rusia ini keluar tepat sehari setelah Trump menggelar pertemuan krusial dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta beberapa pemimpin dunia lainnya di sela-sela KTT NATO di Ankara.

Dalam pertemuan tersebut, Trump mengklaim bahwa Putin maupun Zelenskyy sebenarnya sama-sama memiliki keinginan kuat untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Menariknya, Trump juga menyatakan bahwa AS siap mengambil langkah ekstrem dengan "menutup langit" Ukraina sebagai bentuk jaminan keamanan bagi Kiev jika situasi memang membutuhkannya.

Tidak hanya itu, Trump membeberkan salah satu topik bahasannya dengan Zelenskyy, yaitu rencana pemberian lisensi khusus agar Ukraina bisa memproduksi rudal Patriot secara mandiri.

"Dengan begitu Anda tidak bisa mengeluh bahwa kami tidak memberi cukup bantuan," kata Trump.

Respons Kremlin Terkait Suplai Senjata dan Ancaman Zona Penyangga Luas

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id