Nasional . 09/07/2026, 21:33 WIB

Presiden Prabowo: Berdosalah Pemimpin yang Berbohong kepada Rakyatnya!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan menohok mengenai integritas moral seorang kepala daerah maupun pemimpin nasional. Presiden menegaskan, pemimpin yang berbohong kepada rakyat merupakan pemimpin yang berdosa dan mengkhianati kepentingan negara.

Pernyataan keras ini disampaikan di tengah keberhasilan pemerintah membuktikan komitmen nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan energi bagi seluruh masyarakat.

Pernyataan itu dilontarkan Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026, ketika menyinggung capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Di hadapan para hadirin, Kepala Negara mengingatkan bahwa kejujuran adalah mandat utama yang tidak boleh ditawar oleh penguasa.

"Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," ujarnya.

Menurut Presiden, masih ada pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan dan menuduh pemerintah tidak menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat. Menanggapi sinisme tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh menyampaikan kebohongan kepada rakyat, termasuk mengenai capaian swasembada pangan yang menurutnya telah berhasil diwujudkan.

Sukses Swasembada Pangan Hanya dalam Waktu Satu Tahun

Nyatanya, hasil kerja keras jajaran kabinet justru membuahkan hasil yang jauh lebih cepat daripada perkiraan awal. Hal ini mematahkan keraguan berbagai pengamat yang sempat memandang sebelah mata target nasional tersebut.

"Alhamdulillah, kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Alhamdulillah, kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun. Banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan," katanya.

Presiden juga mengatakan sejak sebelum dilantik dirinya telah menekankan kepada tim inti dan para penasihatnya pentingnya mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dan bahan bakar minyak.

Kolaborasi Kunci Hidup: Pangan, Energi, dan 30 Ribu Titik Air TNI

Selain pangan dan energi, Prabowo menyebut ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelangsungan hidup suatu bangsa. Oleh sebab itu, pemenuhan kebutuhan dasar ini harus berjalan beriringan dengan sektor pertanian dan bahan bakar nabati.

Guna memastikan setiap pelosok mendapatkan pasokan air bersih yang layak, aparat pertahanan negara turun langsung mengeksekusi instruksi presiden. Menurut Presiden, TNI hingga kini terus melaksanakan program pengeboran air di daerah yang mengalami kesulitan air. Sepanjang tahun ini, sekitar 30 ribu titik pengeboran telah dilakukan.

Langkah taktis ini menjadi solusi cepat untuk menyeka dahaga warga di kawasan-kawasan kering. "Sampai sekarang TNI terus mencari air, TNI terus membor air di tempat-tempat yang susah. Panglima TNI sudah tahun ini saja sudah berapa lubang air yang kita 'drill'? Sudah 30 ribu, dan terus ada masalah kita atasi," ujarnya menutup pidato tersebut.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id