Ringkasan :
- Neymar dilaporkan merasa tidak bahagia karena minimnya kesempatan bermain di Piala Dunia 2026.
- Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengkonfirmasi ketidakpuasan Neymar meskipun tidak diucapkan langsung.
- Meski jarang bermain, Neymar diharapkan segera mendapat porsi lebih pada laga krusial babak 32 besar.
Persaingan di Piala Dunia 2026 semakin memanas, namun di kubu Timnas Brasil, muncul gelagat kurang menyenangkan dari sang megabintang, Neymar.
Meski tim Samba melaju mulus, bomber andalan mereka ini justru diselimuti raut wajah tak bahagia. Pelatih kepala Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, tak menampik adanya perasaan tersebut.
Ia mengakui, siapa pun pemain bintang, pasti tidak akan senang jika harus seringkali menghuni bangku cadangan.
Kondisi Neymar memang tidak sepenuhnya prima saat menginjakkan kaki di ajang sepak bola terbesar ini. Sang penyerang, yang juga memperkuat klub Santos, tengah dalam masa pemulihan cedera betis yang cukup mengganggu.
Akibatnya, ia harus rela melewatkan dua pertandingan fase grup awal, masing-masing melawan Maroko dan Haiti. Keputusan ini jelas terasa berat bagi pemain sekaliber Neymar.
Hanya setelah dinyatakan pulih sepenuhnya, Neymar akhirnya mendapatkan lampu hijau untuk masuk dalam daftar skuad. Kesempatan itu datang pada pertandingan ketiga grup melawan Skotlandia.
Namun, yang terjadi justru Neymar hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya berjuang dari pinggir lapangan, masuk sebagai pemain pengganti dan hanya mengemas 14 menit waktu bermain. Sebuah durasi yang tentu saja tidak ideal bagi seorang bintang.
Neymar Terganjal Bangku Cadangan
Parahnya lagi, di laga krusial babak 32 besar kontra Jepang, Neymar kembali hanya bisa duduk manis di bangku cadangan. Ia tidak mendapat kesempatan bermain sama sekali sepanjang 90 menit pertandingan.
Baca Juga
Ancelotti sempat berdalih, rencananya adalah menurunkan Neymar jika laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Namun, Tim Samba tampil begitu gemilang dan berhasil membungkam Jepang melalui gol penentu di menit-menit akhir waktu normal.
Situasi ini tentu saja memicu tanya besar: apakah Neymar merasa kesal dan frustrasi karena jarang mendapatkan menit bermain pasca pemulihan cederanya? Ancelotti, dengan pengalaman segudang sebagai juru taktik, menjawab pertanyaan tersebut dengan gamblang.
Pelatih asal Italia ini tidak menyangkal. Ia melihat adanya ketidakbahagiaan pada diri Neymar, meskipun sang pemain tidak mengucapkannya secara langsung kepadanya. Ancelotti sangat memahami perasaan seorang pemain bintang seperti Neymar. Ia tahu betul bahwa tidak ada pemain top yang senang ketika terus-menerus dicadangkan.