Masalah kreativitas ini kembali kambuh saat melawan Kolombia, di mana gawang Portugal dibombardir 24 tembakan dan mereka hanya mampu membalas lewat 13 spekulasi.
Kendati lini serang fluktuatif, Portugal punya benteng pertahanan yang sangat kokoh. Mereka mengantongi modal delapan laga beruntun tanpa kekalahan (lima kali menang, tiga kali imbang) sejak kualifikasi.
Dalam tren positif ini, lini belakang Portugal menunjukkan kedisplinan tinggi dengan hanya kebobolan empat gol dan sukses mengemas empat catatan tanpa kebobolan (clean sheet).
Di kubu seberang, Kroasia merupakan tim dengan mentalitas turnamen yang luar biasa, terbukti dari status mereka sebagai runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga di Qatar 2022.
Sempat tersandung 2-4 dari Inggris di laga pembuka, Kroasia bangkit mengalahkan Panama 1-0 dan Ghana 2-1.
Kreativitas Kroasia masih bertumpu pada jenderal tua mereka, Luka Modric, yang baru saja memecahkan rekor sebagai pemain tertua yang mencetak umpan gol (assist) di Piala Dunia saat membantu Nikola Vlasic mencetak gol kemenangan pada menit ke-83 kontra Ghana.
Namun, titik lemah Kroasia terletak pada mental bertanding mereka saat bersua tim raksasa.
Dari 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Kroasia menelan empat kekalahan, dan seluruh kekalahan tersebut didapatkan saat mereka menghadapi negara yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi dari mereka.
Rekor pertemuan (head-to-head) juga tidak berpihak pada Vatreni, di mana mereka menelan tujuh kekalahan dari 10 bentrokan terakhir melawan Portugal, serta kalah lima kali dari enam duel kompetitif pamungkas.
Memori Manis 2016 dan Rekor Pertemuan
Meski jalurnya terhitung terjal, sejarah memberikan angin segar bagi Portugal.
Baca Juga
Mereka pernah mengalahkan Kroasia di fase gugur pertama Euro 2016 sebelum akhirnya keluar sebagai juara turnamen, situasi yang sangat mirip dengan performa fase grup mereka yang kurang meyakinkan kala itu.
Pertemuan paling akhir kedua tim terjadi di ajang UEFA Nations League 2024, di mana laga berkesudahan sama kuat 1-1.
Prediksi Susunan Pemain: Rotasi dan Kembalinya Pilar Utama
Portugal beruntung tidak memiliki masalah cedera baru selepas laga sengit kontra Kolombia. Roberto Martinez diprediksi akan kembali menurunkan komposisi terbaiknya setelah melakukan rotasi di fase grup.