Baqaei menuduh negara-negara Eropa telah berdiri di "sisi sejarah yang salah". Ia juga menyebut posisi politik Eropa dalam perang AS-Israel sebagai tindakan yang "benar-benar memalukan". Di sisi lain, Iran terus menjaga hubungan bilateral yang sangat erat dengan sekutu utamanya, Rusia, sepanjang periode konflik berlangsung.
Menyusul skala acara yang sangat besar, pemerintah menetapkan status libur nasional untuk kota Teheran serta dua kota suci lainnya, Qom dan Mashhad, yang nantinya akan menjadi lokasi tahapan pemakaman berikutnya. Otoritas setempat memerintahkan seluruh kantor publik maupun swasta di Teheran untuk tutup dari hari Sabtu hingga Senin. Pembatasan lalu lintas skala besar juga akan membuat kawasan pusat kota sama sekali tidak dapat diakses oleh kendaraan pribadi.
Upacara akbar ini bergulir tepat enam bulan setelah gelombang protes nasional melanda Iran. Protes tersebut awalnya meletus akibat lonjakan biaya hidup, sebelum akhirnya meluas menjadi demonstrasi anti-pemerintah. Di tengah situasi sensitif ini, poster-poster pemakaman yang tersebar di penjuru Teheran mencoba menyebarkan pesan optimisme dengan menjanjikan Iran "masa depan yang cerah", didampingi slogan utama upacara: "Kita Harus Bangkit".
Rute Pemakaman dan Teka-teki Kehadiran Penerus
Setelah seluruh rangkaian penghormatan di Teheran selesai, iring-iringan pembawa jenazah akan membawa Khamenei menuju kota suci di Irak, yaitu Najaf dan Karbala. Selanjutnya, prosesi pemakaman akhir akan berlangsung pada 9 Juli mendatang di kompleks makam suci Imam Reza yang terletak di Mashhad, kota di timur laut Iran yang merupakan tanah kelahiran sang Pemimpin Tertinggi.
Meski persiapan telah matang, sebuah tanda tanya besar masih menyelimuti upacara utama di Teheran. Publik belum mengetahui apakah putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba, akan hadir dalam upacara tersebut. Sejak resmi mendapat penunjukan sebagai penerus, Mojtaba sama sekali belum pernah muncul di hadapan publik.
"Masalah kehadiran Pemimpin Tertinggi bukanlah wewenang atau pengetahuan saya," jelas Pourjamshidian saat menanggapi pertanyaan mengenai kehadiran Mojtaba. "Jika ada program, itu pasti akan diumumkan oleh Kantor Pemimpin Revolusi Islam."