Secara finansial, jurang harga kedua pemain ini sangat jauh. Chelsea sedang menegosiasikan Xhaka di angka 10 juta Poundsterling, sementara Scott dihargai delapan kali lipat lebih mahal.
Untuk jangka pendek, Xhaka jelas menjadi pilihan yang paling aman. Alonso sudah sangat paham dengan kualitasnya karena mereka pernah sukses bersama.
Sebagai pemain veteran, Xhaka akan membawa kepemimpinan, pengalaman, dan kecerdasan taktis yang bisa langsung mendongkrak performa lini tengah Chelsea.
Namun, jika melihat investasi jangka panjang, Scott adalah opsi yang jauh lebih cerdas.
Di usianya yang baru 22 tahun, ia telah membuktikan diri sebagai salah satu gelandang muda terbaik di kompetisi ini.
Scott memiliki kemampuan teknis yang ciamik, fisik yang prima, serta fleksibilitas posisi yang masih bisa berkembang pesat.
Meski modal awal yang harus dikeluarkan Chelsea sangat besar, mereka akan mendapatkan aset yang mampu mengawal lini tengah klub hingga satu dekade ke depan, bukan sekadar untuk dua atau tiga musim saja.
Jika pada akhirnya Chelsea gagal merayu Sunderland untuk melepas Xhaka, berinvestasi besar pada Alex Scott bisa menjadi pembuktian ambisi besar The Blues, meskipun harus menguras kantong lebih dalam.