fin.co.id - Iran, Amerika Serikat (AS), dan Lebanon sepakat untuk membentuk sebuah komite gabungan. Langkah strategis ini bertujuan utama untuk memastikan dan menjaga kedaulatan nasional Lebanon di tengah situasi kawasan yang dinamis.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan langsung pengumuman tersebut pada Selasa, 30 Juni 2026.
"Sebuah komite gabungan, yang terdiri atas Iran, Amerika Serikat, dan Lebanon, akan dibentuk untuk memastikan kedaulatan nasional Lebanon. Duta besar Iran untuk Lebanon akan menjadi perwakilan kami dalam komite tersebut," kata Ghalibaf.
Kelanjutan Perundingan dan Perpanjangan Izin Penjualan Minyak Iran
Selain membahas stabilitas di Lebanon, momentum diplomasi ini juga membawa dampak besar bagi sektor ekonomi Iran. Ghalibaf menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan memperpanjang izin bagi penjualan minyak Iran, dengan catatan apabila proses perundingan antara kedua belah negara terus berlanjut.
"Izin ini harus diperpanjang hingga perundingan, jika diperpanjang, maka mencapai hasil akhir berupa pencabutan sanksi primer maupun sekunder terhadap Iran," jelasnya.
Meski demikian, Ghalibaf menegaskan bahwa para pihak terkait saat ini belum mulai membahas kesepakatan final. Hal tersebut terjadi karena mereka menilai belum semua ketentuan yang ada di dalam nota kesepahaman terlaksana sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
Regulasi Terbaru AS Terkait Minyak Mentah dan Produk Petrokimia Iran
Sebelum pengumuman komite ini keluar, langkah nyata dari Washington sudah terlihat pada Senin (29/6). Office of Foreign Assets Control (OFAC) yang berada di bawah naungan Departemen Keuangan AS resmi menerbitkan sebuah lisensi umum terbaru.
Izin resmi tersebut mengesahkan dan mengizinkan kembali berbagai kegiatan penting yang terkait dengan produksi, penjualan, pengiriman, hingga pembongkaran minyak mentah. Tidak hanya itu, kelonggaran ini juga berlaku untuk produk petrokimia serta produk minyak bumi milik Iran hingga tanggal 21 Agustus mendatang.
Latar Belakang Nota Kesepahaman untuk Penghentian Konflik Militer
Hubungan diplomatik yang melunak ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Iran dan AS pada Kamis dini hari (18/6) waktu setempat secara jarak jauh. Kesepahaman tertulis tersebut mengatur tentang penghentian konflik militer yang sempat pecah dan dimulai sejak 28 Februari lalu.
Dokumen penting tersebut tidak hanya meredam ketegangan bersenjata, tetapi juga menetapkan jadwal resmi bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran. Sebagai timbal balik, pihak Iran juga berkomitmen untuk segera memulihkan kembali aktivitas pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz.