Di sisi lain, Swedia diprediksi akan menerapkan taktik serangan balik cepat lewat umpan-umpan lambung jarak jauh yang diinisiasi oleh bek tengah Gustaf Lagerbielke. Pola serangan dengan memotong kepadatan lini tengah ini bertujuan untuk memaksimalkan kecepatan lari Elanga, Isak, dan Gyokeres guna mengejutkan Dayot Upamecano di lini belakang Prancis. Namun, strategi spekulatif tersebut sering kali kandas dan berisiko kehilangan momentum bola.
Melihat rekor pertemuan kedua tim, Prancis sangat mendominasi dengan memenangi 12 dari 23 bentrokan terdahulu. Dengan kualitas lini pertahanan yang lebih mumpuni, Prancis yang menduduki peringkat 2 dunia tampaknya akan menyudahi perlawanan Swedia yang berada di peringkat 36 dunia. Kemenangan ini sekaligus akan mengantarkan Les Bleus untuk menantang Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.