Sport . 29/06/2026, 13:59 WIB
fin.co.id - Dunia sepak bola mencatat sebuah momen bersejarah pada 1992. Kala itu, tepat sebelum meluncurkan liga profesional J-League dan mencicipi debut di putaran final Piala Dunia, Jepang secara berani mengungkapkan rencana ambisius: menjuarai Piala Dunia pada 2092. Mereka membangun fondasi sepak bola nasional dari nol dengan visi jangka panjang yang sangat terukur.
Tiga belas tahun berselang, Jepang memangkas durasi penantian mereka. Melalui pengumuman "Visi 100 Tahun", Negeri Matahari Terbit itu memajukan target ambisius mereka menjadi tahun 2050. Namun, skuad Samurai Biru yang berlaga di Piala Dunia 2026 rupanya menolak menunggu terlalu lama. Bagi mereka, masa depan adalah sekarang.
"Kami sungguh ingin menjuarai Piala Dunia ini," tegas gelandang andalan Jepang, Daichi Kamada, seusai skuadnya melumat Tunisia 4-0 di laga kedua Grup F.
Kamada bukan sekadar pemanis di lini tengah. Ia merupakan salah satu motor serangan paling produktif dengan jumlah umpan terbanyak sejauh ini. Semangat serupa juga menular ke seluruh elemen tim, termasuk sang juru taktik, Hajime Moriyasu. Mereka tidak lagi sekadar berpartisipasi, melainkan datang untuk memburu trofi juara
Ujian Sesungguhnya di Depan Mata
Langkah Samurai Biru menuju tangga juara kini menemui hadangan raksasa. Setelah memastikan tiket ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup F dengan catatan satu kemenangan dan dua hasil imbang, Jepang harus meladeni tantangan berat. Senin (29/6) pukul 00.00 WIB, mereka bakal berduel melawan Brasil di Houston Stadium.
Bagi Jepang, Brasil adalah "batu karang" yang siap menghentikan laju impian mereka. Tim Samba merupakan kolektor lima gelar juara dunia dan memiliki rekam jejak impresif; sejak terakhir mengangkat trofi pada 2002, mereka selalu konsisten melaju hingga fase perempat final.
Situasi Jepang semakin terjepit oleh kondisi skuad yang pincang. Moriyasu harus memutar otak lebih keras lantaran kehilangan tiga pilar penting, yakni Wataru Endo, Kaoru Mitoma, dan Takumi Minamino yang harus menepi akibat cedera. Absennya para pemain kunci ini tentu menguji kedalaman strategi tim yang selama ini mengandalkan kolektivitas.
Brasil dengan Wajah Baru di Bawah Ancelotti
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id