Nasional . 24/06/2026, 20:46 WIB

Stok Beras Nasional Aman hingga Mei Tahun Depan, Cadangan Pangan Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Pemerintah menyatakan bahwa persediaan makanan pokok berada dalam kondisi yang sangat aman. Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) Indonesia sanggup mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Mei tahun 2027 dengan jumlah yang melampaui 5 juta ton.

Jumlah cadangan yang melimpah ini menjadi modal yang sangat kuat bagi Indonesia dalam mengantisipasi ancaman fenomena cuaca El Nino. Pemerintah sudah melakukan langkah pencegahan sejak dini melalui penguatan stok pangan nasional, khususnya komoditas beras, agar pasokan di pasar tetap terjaga dan harga tidak melonjak.

"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023. Alhamdulillah kita lolos. Stok kita sampai detik ini, itu 5,2 sampai 5,3 juta ton. Itu stok tertinggi sepanjang sejarah. Nah ini Alhamdulillah cukup baik," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Amran merasa sangat optimistis bahwa ketersediaan komoditas pokok ini masih sangat aman hingga Desember nanti. Bahkan, menurut perhitungan timnya, seluruh persediaan yang ada saat ini sanggup memenuhi kebutuhan nasional hingga pertengahan tahun depan.

"Insya Allah aman, katakanlah sampai Desember. (Bahkan) beras kita sudah sampai Mei (2027) pun cukup. Jadi tidak masalah," tambah Amran.

Angka Proyeksi Neraca Pangan yang Menggembirakan

Optimisme pemerintah ini bukan tanpa alasan, melainkan berbasis pada pembaruan data Proyeksi Neraca Pangan awal Juni ini. Berdasarkan perhitungan tersebut, perkiraan neraca akhir tahun untuk stok beras Indonesia masih menyisakan angka yang sangat besar, yaitu 16,24 juta ton.

Pemerintah menyusun data tersebut berdasarkan simpanan awal tahun 2026 sebesar 12,54 juta ton. Angka ini kemudian bertambah dengan perkiraan hasil produksi selama setahun yang mencapai 34,76 juta ton, lalu dikurangi total kebutuhan konsumsi seluruh masyarakat setahun sebesar 31,1 juta ton.

Sisa simpanan akhir tahun sebesar 16,24 juta ton tersebut terbukti mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama kurang lebih lima bulan di tahun 2027 mendatang. Selain itu, pada bulan Maret dan April nanti, jumlah simpanan pangan nasional akan semakin melonjak karena petani sudah mulai memasuki musim panen raya.

Tetap Menjaga Target Surplus Produksi

Walaupun kondisinya sangat aman, Amran tidak menampik adanya potensi penurunan hasil panen pada tahun 2026 ini, meski skalanya tergolong sangat kecil. Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri memperkirakan hasil produksi beras untuk periode Januari hingga Juli 2026 mengalami penurunan tipis sebesar 0,08 juta ton jika membandingkannya dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.

"Tahun lalu surplus (produksi) 4 juta ton. Anggaplah sampai akhir tahun turun 0,2 persen, kurang lebih 80 ribu ton. (Tapi masih) surplus 4 juta ton selama 2 tahun. Jangan 0,2 persen dibandingkan tahun lalu, kan tahun lalu sudah naik tinggi. Itu (surplus) 4 juta ton," beber Amran.

Perkiraan kelebihan hasil panen sebanyak 4 juta ton pada tahun ini akan menjadi target utama penyerapan pasokan untuk cadangan pemerintah yang berada di bawah pengelolaan Perum Bulog. Jumlah simpanan CBP pun berpotensi terus meningkat seiring dengan upaya percepatan produksi beras di berbagai daerah.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id