Sport . 22/06/2026, 15:18 WIB
fin.co.id – Megabintang dunia, Lionel Messi, akan memimpin kembali lini serang tim nasional Argentina untuk menghadapi tantangan berat dari Austria dalam laga kedua Grup J Piala Dunia di Dallas, Amerika Serikat, Senin, 22 Juni 2026 malam atau Selasa, 23 Juni 2026 dini hari.
Performa Messi mendapat perhatian besar dari kubu lawan. Kapten tim nasional Austria, David Alaba, bahkan melempar tanggapan serius dengan menegaskan bahwa sang juara bertahan memiliki koleksi pemain hebat yang merata, sehingga kekuatan mereka jauh melampaui kehebatan seorang Messi semata.
“Kami tahu lawan seperti apa yang akan kami hadapi, kualitas seperti apa yang mereka miliki di barisan mereka, bahkan selain Messi, tetapi juga apa yang mampu mereka lakukan sebagai sebuah tim,” kata Alaba.
Sihir Messi sukses memukau dunia pada laga pembuka saat Argentina menumbangkan Aljazair di Kansas City. Pemain ikonik berusia 38 tahun tersebut membuktikan bahwa usia hanyalah sebuah angka dengan memborong tiga gol kemenangan sekaligus.
Penampilan impresif kapten bernomor punggung 10 itu menempatkan Argentina dan Austria pada posisi yang sama-sama kuat, di mana pemenang dari laga di Dallas ini akan langsung mengamankan tiket menuju babak gugur.
Laju impresif Argentina dalam mempertahankan trofi emas Piala Dunia tidak lepas dari kontribusi masif sang kapten. Lewat torehan tiga gol ke gawang Aljazair, Messi kini berhasil menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Catatan emas tersebut juga menandai hat-trick pertama Messi sepanjang keikutsertaannya dalam turnamen akbar FIFA. Ia bahkan nyaris menambah pundi-pundi golnya jika wasit tidak menganulir satu sepakan lainnya karena jebakan offside.
Hingga saat ini, mantan penyerang Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) yang kini membela klub Major League Soccer (MLS) Inter Miami tersebut sudah mengoleksi total 16 gol di panggung Piala Dunia.
Laga melawan Aljazair kemarin juga menorehkan tinta emas tersendiri bagi perjalanan karier internasional Messi yang luar biasa. Pertandingan tersebut menjadi penampilannya yang ke-200 bersama tim nasional Argentina sejak memulai debutnya pada tahun 2005 silam saat masih berusia 18 tahun.
Kendati demikian, aksi heroik sang megabintang sempat menyisakan kontroversi bagi kubu lawan. Timnas Aljazair melayangkan protes keras dan mengklaim bahwa wasit seharusnya mengusir Messi dari lapangan akibat insiden menginjak betis kapten mereka, Aissa Mandi. Aljazair bahkan telah meneruskan pengaduan resmi ini kepada komisi wasit FIFA.
Di sisi lain, Austria datang ke pertandingan ini dengan modal kepercayaan diri yang tinggi. Skuad asuhan pelatih Ralf Rangnick tersebut sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan Yordania dengan skor 3-1 pada laga perdana Grup J. Penyerang veteran mereka, Marko Arnautovic, mengunci kemenangan tersebut lewat eksekusi penalti pada menit ke-102.
Austria berharap skema permainan menekan yang terorganisir (pressing game) milik mereka dapat merusak ritme permainan taktis Argentina, sekaligus memperbesar peluang mereka keluar sebagai juara grup.
Tantangan fisik dari perwakilan Eropa ini juga mendapat perhatian khusus dari tim pelatih Argentina. Asisten pelatih timnas Argentina, Pablo Aimar, memberikan peringatan dini kepada pasukannya bahwa Austria akan menghadirkan pola permainan yang sangat berbeda ketimbang Aljazair.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id