Internasional . 22/06/2026, 16:50 WIB

Keir Starmer Mundur dari Kursi Perdana Menteri Inggris di Tengah Tekanan Politik yang Memuncak

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

Meski pemerintah mengupayakan proses transisi kekuasaan yang mulus, pergantian kepemimpinan ini tetap membawa risiko tersendiri bagi internal Inggris. Siapa pun yang menggantikan Starmer nanti akan mencatatkan diri sebagai perdana menteri ketujuh Inggris sejak pemungutan suara Brexit untuk meninggalkan Uni Eropa, yang tepat terjadi 10 tahun lalu pada minggu ini.

Tingkat perputaran pemimpin yang tertinggi di Inggris dalam hampir dua abad ini menggarisbawahi beratnya perjuangan untuk mempertahankan dukungan pemilih. Masyarakat saat ini tengah marah atas kegagalan berturut-turut pemerintah dalam meningkatkan standar hidup, memperbaiki layanan publik, serta mengatasi masalah imigrasi ilegal.

Di sisi lain, Burnham sendiri baru menyuarakan bahwa negara membutuhkan perubahan mendasar dan penurunan biaya hidup. Ia belum menjelaskan secara rinci mengenai pendekatannya terhadap urusan luar negeri, sektor ekonomi, dan pertahanan negara. Sama seperti Starmer, pemimpin baru nanti akan menghadapi ruang bermanuver yang sempit karena terhimpit oleh investor pasar obligasi yang menentang keras adanya pinjaman tambahan.

Inggris saat ini sudah menanggung biaya pinjaman tertinggi di antara tujuh negara kaya (G7). Kondisi pelik ini terjadi akibat tumpukan utang dan pembayaran bunga yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang lesu selama bertahun-tahun, kesulitan memangkas pengeluaran, serta kebutuhan besar untuk berinvestasi di berbagai bidang seperti pertahanan.

Para investor yang diwawancarai Reuters kini terbagi pendapatnya mengenai apakah Burnham akan menghormati kebutuhan untuk meyakinkan pasar atau tidak. Hal ini berkaca pada pernyataannya September lalu yang menyebut Inggris harus "melampaui masalah terjerat utang di pasar obligasi", meski ia kemudian berdalih bahwa ucapannya telah disalahartikan.

"Menurut pandangan kami, kepemimpinan Burnham akan mewarisi situasi fiskal yang genting dengan sedikit alat untuk memberikan perubahan yang berarti," kata para ekonom di Citibank pada hari Jumat.

Sebelumnya, kelompok penasihat politik Eurasia menilai hasil terbaik dari krisis ini adalah jika Starmer menyatakan mundur pada bulan September. Dengan skema ini, Starmer tetap dapat menghadiri KTT penataan ulang hubungan Inggris-Uni Eropa pada bulan Juli, sekaligus memberikan waktu yang cukup bagi Burnham untuk mempersiapkan diri menghadapi jalannya pemerintahan baru.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id