Ragam . 22/06/2026, 20:46 WIB
Ia juga meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga jalan yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Saya juga berharap kepada masyarakat dan pemerintah desa untuk menjaga jalan ini dengan baik, terutama agar tidak dilalui dengan truk bermuatan berlebih yang dapat mempercepat kerusakan jalan,” katanya.
Diketahui, Pada tahun 2025, Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berhasil merealisasikan penanganan 62 ruas jalan dan satu jembatan yang tersebar di berbagai daerah. Penanganan tersebut meliputi tiga puluh ruas dan satu jembatan di Kabupaten Pandeglang, tujuj bekas ruas di Kabupaten Lebak, delapan ruas di Kabupaten Serang, lima ruas di Kota Serang, dan dua ruas di Kabupaten Tangerang.
Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp184 miliar dengan total panjang jalan yang ditangani mencapai 71 kilometer. Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan jumlah penanganan terbanyak sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah selatan Banten.
Kemudian, program Bang Andra tersebut terus berlanjut pada tahun 2026. Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar untuk penanganan 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46,71 kilometer.
Penanganan jalan pada tahun 2026 pada program Bang Andra tersebar di Kabupaten Lebak sebanyak sebelas ruas, Kabupaten Pandeglang sembilan ruas, Kabupaten Serang empat ruas, Kabupaten Tangerang empat ruas, dan Kota Cilegon satu ruas. Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang kembali menjadi wilayah prioritas.
Program Bang Andra juga diharapkan mampu mendukung terhadap laju pertumbuhan ekonomi di masyarakat perdesaaan dan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten, Ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen, tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,79 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,60 persen.
Sedangkan Ekonomi Provinsi Banten triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,64 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,88 persen.
Tidak hanya itu, program Bang Andra juga diharapkan mampu memberikan dampak signifikan pada sektor pertanian. Diantaranya dapat membantu para petani untuk memudahkan mengangkut hasil panen.
Nilai Tukar Petani (NTP) Banten Mei 2026 sebesar 110,57, atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan NTP ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,70 persen, sementara besaran kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) lebih kecil, yaitu sebesar 0,12 persen.
Pada Mei 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di wilayah pedesaan Banten sebesar 0,10 persen. Kenaikan IKRT ini terjadi pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok transportasi sebesar 0,20 persen, kelompok makanan dan minuman sebesar 0,16 persen, kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen dan kelompok penyediaan makanan dan Minuman/restoran sebesar 0,05 persen. (ADV)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id