Castells menunjukkan bagaimana internet menciptakan jaringan kemarahan dan harapan. Tufekci menjelaskan bagaimana media sosial memungkinkan mobilisasi cepat dalam skala besar.
Arab Spring, Occupy Wall Street, Black Lives Matter, dan berbagai gerakan digital lain dijelaskan dengan sangat baik oleh teori ini.
Namun teori ini juga belum cukup.
Ia menjelaskan bagaimana protes menyebar.
Ia belum sepenuhnya menjelaskan mengapa sebagian masyarakat lebih mudah tersulut dibanding kelompok lain.
Ia menjelaskan jaringan komunikasi.
Ia belum memberi tempat yang memadai bagi kelas rentan digital sebagai aktor utama.
Ia menjelaskan bagaimana kemarahan bergerak.
Ia belum menjelaskan mengapa kemarahan itu begitu dalam.
-000-
Baca Juga
Untuk memahami lebih jauh keterbatasan teori lama dan peluang teori baru, dua buku menjadi sangat penting.
Di titik ini, tampak bahwa kerusuhan Agustus 2025 bukan sekadar anomali, melainkan ujian serius bagi kelengkapan teori-teori klasik. Ia menyingkap celah yang selama ini tersembunyi dalam kacamata ilmu sosial modern.
Buku pertama adalah Why Men Rebel karya Ted Robert Gurr, diterbitkan Princeton University Press tahun 1970.
Buku ini memperkenalkan konsep Relative Deprivation yang kemudian menjadi salah satu teori paling berpengaruh dalam studi konflik sosial.
Gurr menunjukkan bahwa akar utama pemberontakan bukanlah kemiskinan absolut, melainkan perasaan ketidakadilan. Ketika harapan masyarakat meningkat lebih cepat daripada kemampuan sistem memenuhi harapan tersebut, lahirlah frustrasi kolektif.