Ragam . 16/06/2026, 10:00 WIB
Frustrasi itu kemudian berubah menjadi kemarahan politik. Gurr membedakan berbagai bentuk deprivasi dan menunjukkan bagaimana krisis ekonomi, ketimpangan sosial, serta kegagalan negara menciptakan kondisi yang subur bagi pemberontakan.
Kontribusi terbesar buku ini adalah menggeser fokus dari faktor material semata menuju persepsi psikologis masyarakat. Namun buku ini ditulis sebelum era internet. Ia tidak membahas peran media sosial, algoritma, atau kelas pekerja digital.
Karena itu, meskipun tetap relevan, teori ini membutuhkan perluasan agar mampu menjelaskan kerusuhan yang terjadi dalam masyarakat yang terkoneksi secara digital.
-000-
Buku kedua adalah Networks of Outrage and Hope karya Manuel Castells, diterbitkan Polity Press tahun 2012.
Castells menjelaskan bagaimana internet telah mengubah wajah gerakan sosial modern. Dalam dunia yang terhubung oleh jaringan digital, individu tidak lagi membutuhkan organisasi formal untuk bergerak bersama.
Kemarahan dapat menyebar melalui media sosial. Solidaritas dapat dibangun melalui komunikasi horizontal. Arab Spring, gerakan di Spanyol, Occupy Wall Street, dan berbagai mobilisasi digital lainnya menunjukkan bahwa kekuasaan komunikasi kini menjadi faktor politik yang sangat menentukan.
Castells memperlihatkan bahwa media sosial bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruang baru bagi pembentukan identitas kolektif.
Namun fokus utama buku ini berada pada jaringan komunikasi. Ia tidak terlalu menekankan kondisi ekonomi, kerentanan kelas pekerja digital, ataupun proses distorsi yang dilakukan provokator.
Karena itu, teori jaringan Castells sangat kuat menjelaskan penyebaran protes, tetapi belum sepenuhnya menjelaskan mengapa protes tertentu berubah menjadi kerusuhan yang destruktif.
-000-
Dengan demikian, kita berhadapan dengan lanskap teori yang kaya tetapi terfragmentasi. Masing-masing menawarkan lensa tajam, namun belum membentuk panorama utuh tentang bagaimana ekonomi, teknologi, dan emosi berinteraksi dalam kerusuhan digital kontemporer.
Di titik inilah saya menemukan kekosongan yang menarik. Teori lama menjelaskan sebagian peristiwa dengan baik, tetapi tak satu pun mampu menjelaskan keseluruhan rantai sebab-akibat yang terjadi pada Agustus 2025.
Yang hilang bukan sekadar satu variabel. Yang hilang adalah cara melihat hubungan antara ekonomi, algoritma, emosi, dan legitimasi negara sebagai satu sistem yang saling memperkuat.
Dari refleksi terhadap berbagai teori itu, saya mengajukan sebuah teori sosial baru.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id