Nasional . 15/06/2026, 19:56 WIB
fin.co.id – Para calon jaksa diminta untuk mampu menghadapi tantangan zaman dengan mengedepankan integritas dan profesionalisme. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Jaksa Agung RI, Prof Dr Asep Nana Mulyana SH MHum.
Pesan tersebut disampaikan Asep saat memberikan ceramah sekaligus pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang I Tahun 2026 di Aula Sasana Adhi Karyya, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Senin, 15 Juni 2026.
Pembekalan itu diikuti oleh 503 peserta calon jaksa yang terdiri dari pegawai negeri sipil di lingkungan Kejaksaan RI dan lima peserta dari unsur TNI.
Mengawali ceramahnya, Asep yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejaksaan Agung menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan tidak boleh dianggap sebagai formalitas atau kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, seluruh proses pendidikan harus menjadi kawah candradimuka yang membentuk karakter, mental, dan profesionalitas seorang jaksa.
“Jangan pernah memandang kehadiran saudara di sini sebagai sebuah formalitas belaka. Jadikan ruang kelas, lapangan upacara, dan setiap tetes keringat selama menempuh pendidikan ini sebagai kawah candradimuka untuk membentuk diri menjadi jaksa yang tangguh,” tegasnya.
Asep juga mengingatkan, para peserta saat ini sedang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan sosial yang berlangsung dinamis, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta beragam modus kejahatan baru menuntut hadirnya jaksa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan hati nurani.
“Saudara sedang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin rumit, merespons perubahan global yang bergerak sangat cepat, sekaligus menjawab harapan masyarakat yang mendambakan hadirnya jaksa yang paripurna, berhati nurani, dan teguh menjaga kehormatan profesi serta marwah institusi Kejaksaan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa konsep Jaksa Paripurna harus dipahami sebagai sosok penegak hukum yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kepekaan nurani yang berlandaskan integritas, moralitas, dan etika yang kuat.
“Tantangan yang dihadapi jaksa ke depan tidak ringan. Karena itu, momentum pendidikan ini harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran, pemahaman, dan passion guna mengubah secara fundamental pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam mewujudkan tegaknya hukum dan keadilan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengulas berbagai nilai dasar Kejaksaan yang terkandung dalam Satya Adhi Wicaksana, Tri Krama Adhyaksa, serta nilai-nilai ASN BerAKHLAK yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ideologi, pandangan hidup, dan pedoman moral yang harus tertanam dalam diri setiap insan Adhyaksa.
Asep menjelaskan bahwa Trapsila Adhyaksa yang termuat dalam seloka Satya Adhi Wicaksana merupakan budaya organisasi (corporate culture) Kejaksaan yang menjadi landasan etika dan perilaku seluruh warga Adhyaksa.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id