Internasional . 14/06/2026, 11:15 WIB

Iran Setuju Tidak Pungut Biaya Tol Selat Hormuz , Kesepakatan Damai dengan AS Makin Dekat

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Perkembangan baru muncul dalam upaya meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Iran dikabarkan menyetujui pembukaan Selat Hormuz tanpa mengenakan biaya tol bagi kapal-kapal yang melintas sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dibahas kedua negara.

Laporan tersebut pertama kali disampaikan Fox News yang mengutip sumber terkait proses negosiasi. Menurut laporan itu, Iran akan mengizinkan lalu lintas pelayaran tetap berjalan melalui jalur strategis tersebut tanpa pungutan biaya.

Sumber yang sama menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat siap mengambil langkah lanjutan apabila kesepakatan resmi tercapai. Salah satunya adalah pencabutan blokade yang selama ini berkaitan dengan konflik kedua negara.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa setelah kesepakatan ditandatangani dan Selat Hormuz kembali dibuka, tahap berikutnya adalah pelaksanaan operasi pembersihan ranjau di kawasan tersebut.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan penjelasan berbeda terkait isu tersebut. Ia menyatakan Iran bersama Oman dalam waktu dekat akan menyampaikan pernyataan bersama mengenai pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz.

Araghchi menegaskan tidak ada pembahasan mengenai penerapan biaya tol dalam perundingan yang berlangsung. Namun, menurutnya, kemungkinan tetap ada biaya tertentu yang dikenakan untuk layanan yang diberikan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa proses menuju berakhirnya konflik antara Washington dan Teheran telah memasuki fase akhir. Ia bahkan menyebut penandatanganan kesepakatan damai akan segera dilakukan.

"Kesepakatan tersebut dijadwalkan untuk ditandatangani besok," kata Trump melalui Truth Social, Sabtu 13 Juni 2026.

Trump menjelaskan bahwa salah satu konsekuensi langsung dari kesepakatan tersebut adalah kembali dibukanya Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur pelayaran penting dunia dan kerap menjadi sorotan akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Selain isu pelayaran, Trump juga menegaskan bahwa Iran tidak lagi berkeinginan untuk memiliki senjata nuklir.

“Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya,” ujar Trump.

Menurut Trump, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya.

Ia juga menyebut Amerika Serikat nantinya “akan masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang dianggap tepat setelah situasi benar-benar stabil.

Dalam pernyataannya, Trump turut membantah adanya kompensasi finansial dari Amerika Serikat kepada Iran sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang disusun.

“Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa (mantan Presiden AS Barack) Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” kata Trump.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id