Nasional . 14/06/2026, 19:55 WIB
fin.co.id — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Keputusan pembekuan ini terjadi setelah tim menemukan sarana dan prasarana (sarpras) yang tidak memenuhi standar, serta adanya indikasi kuat mengenai praktik monopoli suplier di lapangan.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sabrina Mahardika, memberikan penjelasan langsung mengenai kebijakan ini pada hari Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, pihak otoritas sengaja menggelar evaluasi mendalam ini demi mendongkrak standar keamanan pangan serta menjaga kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalir ke masyarakat.
"Melalui hasil evaluasi yang kami lakukan menunjukkan ada beberapa SPPG yang hanya memiliki tiga sampai lima suplier. Tentunya ini di bawah ketentuan batas minimal sebanyak 15 suplier," kata Sabrina.
Pihak BGN membeberkan bahwa keputusan melakukan suspend terhadap dapur-dapur penyedia gizi tersebut tidak terjadi tanpa alasan. Setidaknya ada tiga faktor krusial yang mendasari langkah tegas ini:
Mengenai persoalan distribusi dan suplier, BGN sebenarnya telah menerbitkan regulasi ketat. Aturan tersebut mewajibkan setiap pengelola dapur memiliki minimal 15 suplier aktif agar roda bisnis berputar adil dan tidak menguntungkan pihak tertentu saja. Namun, tim evaluasi justru menemukan fakta lapangan di mana pengelola tertentu membatasi diri dan hanya bermitra dengan tiga hingga lima suplier saja.
BGN tidak menetapkan batas waktu kaku mengenai durasi pembekuan sementara ini. Status penangguhan operasional baru akan dicabut apabila pengelola SPPG setempat telah merampungkan perbaikan total dan berhasil menyamai standar baku dari BGN. Artinya, kecepatan penanganan dari masing-masing manajemen lokal akan menentukan seberapa cepat dapur mereka bisa mengepul kembali.
Mengingat proses monitoring dan evaluasi berkala masih terus berjalan secara rutin, grafik jumlah dapur SPPG yang terkena dampak pembekuan ini berpotensi mengalami perubahan di kemudian hari.
Meskipun belasan titik penyedia gizi ini berhenti beroperasi untuk sementara waktu, anak-anak dan warga yang menjadi sasaran program tidak perlu merasa cemas. BGN memastikan pasokan makanan bergizi tetap aman terkendali melalui pengalihan distribusi.
"Apabila ditemukan kekurangan sarpras, manajemen hingga kualitas menu akan dilaporkan BGN pusat. Untuk penerima manfaat dari SPPG yang di-suspend tidak perlu khawatir karana akan dialihkan ke SPPG lain," kata Sabrina.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id