Ragam . 13/06/2026, 16:03 WIB
Andra Soni menegaskan, Program Bang Andra dirancang sebagai program pembangunan yang berkelanjutan. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, program ini juga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat sektor pertanian dan UMKM, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
“Filosofi pembangunan adalah keberlanjutan. Kita kerjakan secara bertahap, terukur, dan tepat sasaran. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung," imbuhnya.
"Jalan yang terbangun hari ini harus menjadi penghubung bagi tumbuhnya ekonomi, meningkatnya investasi, dan terbukanya kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat desa,” katanya menambahkan.
Orang nomor satu di Banten itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
Tidak hanya itu, Andra Soni juga menilai setiap ruas jalan yang dibangun diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi jalan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.
“Membangun Banten tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi semua pihak," jelasnya.
Sementara, Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan, ruas jalan yang masuk dalam program Bang Andra merupakan usulan dari kepala desa atau kelurahan melalui pemerintah kabupaten dan kota yang kemudian diusulkan kepada Pemprov Banten.
"Kita menerima usulan dari pemerintah kabupaten/kota untuk ruas jalan yang masuk dalam program Bang Andra, kemudian kami juga melakukan survei dan memastikan jalan tersebut tepat untuk dibangun melalui program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten," katanya.
Selanjutnya, terdapat sejumlah kriteria agar ruas jalan tersebut masuk dalam program Bang Andra. Di antaranya jalan tersebut menjadi penunjang aktivitas masyarakat, seperti untuk akses menuju sekolah, pelayanan kesehatan, pasar atau pusat perdagangan hingga pendukung sektor pertanian.
"Karena tujuan program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Majau, Kholilullah menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jalan Majau-Mekarwangi sepanjang 1,3 kilometer di Kecamatan Saketi yang telah lama dinantikan warga. Ia menggambarkan kondisi sebelumnya yang sangat memprihatinkan.
“Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sangat sulit dilalui. Anak-anak sekolah kesulitan, warga bawa hasil panen juga susah. Sekarang alhamdulillah sudah bagus, biaya angkut jadi lebih murah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak jalan tersebut rampung, akses masyarakat menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan pusat aktivitas lainnya menjadi jauh lebih lancar
Sementara, Ketua RT Kampung Ranca, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Uswani (50) mengatakan, kondisi jalan Luwuk–Grewel sebelumnya rusak parah. Petani harus menggunakan jasa panggul untuk mengangkut hasil panen. Namun dengan program Bang Andra Jalan sepanjang 2,9 kilometer dengan lebar tiga meter membantu masyarakat, terutama para petani untuk mengangkut hasil taninya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id