Internasional . 12/06/2026, 15:07 WIB

Beda Sikap AS-Iran: Trump Klaim Kesepakatan di Depan Mata, Teheran Mengaku Belum Capai Kesimpulan Akhir

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negaranya dan Iran berpeluang menandatangani kesepakatan damai. Deal politik itu diklaim Trump akan dicapai paling cepat akhir pekan ini.

Jika terwujud, langkah krusial ini berpotensi membuka kembali Selat Hormuz bagi jalur pelayaran internasional. Namun demikian, sikap berbeda diperlihatkan Iran.

Teheran langsung memberikan tanggapan yang lebih berhati-hati. Media pemerintah Iran melaporkan, Kamis, 11 Juni 2026, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei menegaskan, bahwa pihaknya belum mengambil keputusan akhir.

Walaupun para negosiator telah menyelesaikan sebagian besar draf dokumen, Iran menyatakan tidak akan berkompromi pada garis merah yang telah mereka tetapkan.

"Kami belum mencapai kesimpulan akhir mengenai masalah ini," cetus Esmaeil Baghaei. "Ini adalah masalah yang sangat penting yang saat ini sedang ditinjau oleh badan-badan pembuat keputusan yang relevan."

Iran juga mengajukan sejumlah syarat mutlak demi mencapai kesepakatan akhir. Tuntutan utama Teheran meliputi pencabutan sanksi internasional secara menyeluruh, pencairan aset negara senilai miliaran dolar yang saat ini masih membeku, hingga pengakuan internasional atas kedaulatan penuh mereka dalam mengontrol jalur Selat Hormuz.

Trump Optimis Gencatan Senjata Segera Permanen

Di sisi lain, optimisme tinggi justru mengalir dari Gedung Putih. Kepada para wartawan, Donald Trump secara terbuka menyampaikan perkembangan positif mengenai penyelesaian konflik ini.

"Kami baru saja membuat penyelesaian besar perang dengan Iran," ungkap Trump kepada jurnalis.

"Selat itu akan resmi dibuka segera setelah kita menandatanganinya, yang mungkin segera, sangat segera, mungkin akhir pekan ini di Eropa," tambah Trump. Ia juga menjelaskan bahwa Wakil Presiden JD Vance kemungkinan besar akan menandatangani dokumen perjanjian tersebut atas nama Amerika Serikat.

Ketika jurnalis menanyakan apakah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sudah memberikan restu terhadap poin-poin kesepakatan damai AS-Iran ini, Trump menjawab dengan percaya diri. "Saya mengerti jawabannya adalah ya."

Pengumuman mengejutkan dari Trump ini meluncur setelah sang presiden membatalkan rencana serangan militer ke wilayah Iran. Pembatalan tersebut terjadi karena ia melihat adanya kemajuan nyata dalam meja perundingan.

Sinyal positif ini langsung direspons baik oleh pasar keuangan; indeks saham di AS bergerak menguat, sementara harga minyak mentah dunia berangsur turun.

Sejak pertengahan Maret lalu, Trump memang berulang kali mengklaim bahwa ujung akhir dari sengketa ini sudah dekat. Meski demikian, situasi di lapangan sempat memanas karena kedua kubu tetap saling meluncurkan serangan sepanjang minggu, yang menguji ketahanan kesepakatan gencatan senjata sejak awal April lalu.

"Ini adalah nota kesepahaman yang sangat kuat yang agak konseptual," tambah Trump saat menjelaskan format awal draf perdamaian tersebut.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id