Nasional . 10/06/2026, 23:31 WIB
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan ke luar negeri yang dilakukannya merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara sahabat sekaligus menjalankan kebijakan politik luar negeri bebas aktif yang menjadi prinsip Indonesia sejak lama.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, yang diikuti secara daring dari Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung sorotan publik terhadap frekuensi kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh presiden Indonesia, baik pada masa pemerintahannya maupun pada era Presiden Joko Widodo
Menurut Prabowo, kritik yang muncul terhadap aktivitas kunjungan luar negeri kerap bertolak belakang. Ia mencontohkan bagaimana Presiden Joko Widodo pernah mendapat kritik karena dinilai jarang melakukan perjalanan ke luar negeri, sementara dirinya justru menjadi sorotan karena dianggap terlalu sering melakukan kunjungan internasional.
"Jadi ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang keluar negeri, disalahkan. Jokowi tidak pernah keluar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri. Saya sering ke luar negeri, ‘Prabowo sering ke luar negeri’, aneh, sebetulnya tidak ada masalah," kata Presiden.
Prabowo menilai perbedaan pandangan tersebut tidak menjadi persoalan selama langkah yang diambil bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.
Presiden menjelaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi politik luar negeri yang kuat melalui prinsip bebas aktif yang diwariskan para pendiri bangsa.
Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, termasuk konflik di berbagai kawasan serta hubungan yang kurang harmonis antarnegara, Indonesia tetap menjalankan peran diplomasi dengan menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak.
Prabowo menyebut Indonesia beruntung memiliki prinsip non-blok yang memungkinkan negara ini menjalin hubungan persahabatan dengan berbagai negara tanpa harus terikat pada satu kekuatan tertentu.
Sebagai implementasi politik bebas aktif, Prabowo mengatakan Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai negara dan pemimpin dunia.
Ia mencontohkan hubungannya yang baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Seribu kawan terlalu sedikit. Satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh. Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan. Tapi tidak ada masalah," ujarnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id