Tekno . 10/06/2026, 12:33 WIB

Inflasi Tekan Industri Semikonduktor, TSMC Pertimbangkan Kenaikan Harga Chip

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Perusahaan semikonduktor terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, mengakui bahwa tekanan inflasi global telah meningkatkan biaya operasional perusahaan. Kondisi tersebut membuat produsen chip asal Taiwan itu tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penyesuaian harga di masa mendatang.

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, Chief Financial Officer TSMC, Wendell Huang, menjelaskan bahwa kenaikan biaya bisnis menjadi tantangan yang harus dihadapi industri semikonduktor saat ini. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan tidak berencana menerapkan lonjakan harga secara ekstrem.

Menurut Huang, TSMC akan terus mempertimbangkan nilai teknologi dan keunggulan manufaktur yang dimiliki perusahaan dalam menentukan kebijakan harga. Ia menyebut bahwa perusahaan tidak akan menerapkan kenaikan harga berlipat ganda secara tiba-tiba, melainkan melakukan penyesuaian yang mencerminkan nilai produk dan layanan yang diberikan.

Dampaknya Bisa Menjangkau Industri Teknologi Global

TSMC memiliki peran penting dalam rantai pasok teknologi dunia. Perusahaan ini memproduksi chip canggih yang dirancang oleh berbagai perusahaan teknologi besar seperti NVIDIA, Advanced Micro Devices, dan Apple.

Karena itu, setiap perubahan harga yang dilakukan TSMC berpotensi memengaruhi biaya produksi berbagai perangkat elektronik. Dampaknya dapat dirasakan pada produk seperti smartphone, laptop, kartu grafis, hingga infrastruktur kecerdasan buatan atau AI yang saat ini berkembang pesat.

Kenaikan biaya produksi chip juga dapat berdampak pada perusahaan teknologi yang bergantung pada pasokan semikonduktor canggih untuk menjalankan layanan cloud dan pusat data mereka.

TSMC Yakin Ledakan AI Bukan Sekadar Tren Sementara

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, Huang juga menepis anggapan bahwa industri kecerdasan buatan sedang berada dalam gelembung ekonomi yang berisiko pecah sewaktu-waktu.

Menurutnya, permintaan terhadap komputasi berperforma tinggi dan teknologi AI masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Karena itu, TSMC tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang industri semikonduktor.

Pandangan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan chip canggih untuk melatih dan menjalankan model AI generatif yang kini digunakan oleh berbagai perusahaan teknologi di seluruh dunia.

TSMC Berada di Pusat Persaingan Teknologi Global

Posisi TSMC semakin strategis di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Pemerintah Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir mendorong perusahaan-perusahaan chip untuk memperluas kapasitas produksi di wilayahnya guna memperkuat keamanan rantai pasok teknologi.

Taiwan sendiri menjadi pusat produksi semikonduktor paling maju di dunia. Sebagian besar chip tercanggih yang digunakan pada smartphone premium, komputer modern, hingga pusat data AI diproduksi di fasilitas manufaktur TSMC.

Meski demikian, Huang membantah bahwa ekspansi global perusahaan dilakukan karena tekanan geopolitik. Ia menegaskan bahwa keputusan bisnis TSMC didasarkan pada kebutuhan pelanggan dan strategi pertumbuhan perusahaan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id