Nasional . 07/06/2026, 18:40 WIB

Pemerintah Buka Pintu bagi Perusahaan Rusia untuk Bangun Koridor Perkeretaapian di Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa Indonesia membuka peluang kepada perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pengembangan koridor perkeretaapian strategis.

“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa. Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara,” ujar AHY dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Di sektor perkeretaapian nasional, Indonesia saat ini memang masih membutuhkan pengembangan jaringan kereta api secara signifikan. Langkah ini krusial untuk memperkuat konektivitas nasional serta mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Oleh sebab itu, AHY menyatakan bahwa Indonesia secara terbuka mengundang korporasi asal Rusia untuk andil dalam menggarap sejumlah koridor perkeretaapian strategis. Beberapa proyek masa depan yang ditawarkan meliputi:

  • Proyek jalur kereta api Trans-Sumatera.
  • Pengembangan rute Trans-Sulawesi.
  • Pembangunan koridor jaringan Trans-Kalimantan.

Cakupan Kerja Sama Teknis dan Teknologi Perkeretaapian

Kerja sama bilateral ini tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik jaringan rel semata. Pemerintah Indonesia membuka ruang kolaborasi yang jauh lebih luas demi mentransfer keahlian teknologi dari negara beruang putih tersebut.

Peluang kemitraan strategis ini turut mencakup pengembangan teknologi dan manufaktur sarana-prasarana perkeretaapian, rekayasa kereta berkecepatan tinggi serta angkutan berat (heavy-haul rail). Selain itu, kedua negara juga dapat berkolaborasi dalam meningkatkan standar keselamatan dan operasional, mematangkan konsep perkeretaapian rendah karbon, hingga memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) beserta bidang riset.

Mengadopsi Pengalaman Transportasi Publik Rusia

Pada kesempatan yang sama, AHY menyoroti pentingnya langkah taktis dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang modern sekaligus ramah lingkungan. Beliau menilai bahwa Rusia memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam mengelola fasilitas transportasi publik skala masif.

Pengalaman berharga Rusia dalam mengoperasikan sistem transportasi publik, khususnya Metro Moskow, dapat menjadi referensi yang sangat bernilai bagi Indonesia. Pemerintah dapat mengadopsi ilmu tersebut untuk menyempurnakan operasional Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Raya Terpadu (LRT), dan kereta komuter di tanah air.

Kembali AHY menegaskan, bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan total 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa, sektor transportasi mengemban peran yang sangat vital. Transportasi bukan sekadar sarana mobilitas harian warga, melainkan urat nadi utama yang menghubungkan masyarakat, memperkokoh persatuan nasional, serta membuka lebar akses terhadap berbagai peluang ekonomi baru.

Pertemuan penting ini terjadi saat Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, melakukan kunjungan kerja dan berdiskusi langsung dengan Menteri Transportasi Federasi Rusia, Andrey Nikitin, di Moskow, Rusia.

Agenda tatap muka tersebut menjadi bagian dari upaya nyata kedua belah pihak untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Rusia, khususnya dalam menciptakan sistem transportasi dan konektivitas yang modern, berkelanjutan, serta memiliki daya saing tinggi.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id