Internasional . 06/06/2026, 11:19 WIB
fin.co.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan yang disebut sebagai milik musuh di Kuwait dan Bahrain. Aksi tersebut dilakukan setelah serangan drone Amerika Serikat menghantam beberapa lokasi di wilayah Iran, sebagaimana dilaporkan Tasnim News pada Sabtu 6 Juni 2026.
Menurut kantor berita semi-resmi itu, Angkatan Udara IRGC menembakkan rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait serta fasilitas utama Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.
IRGC menyebut serangan tersebut merupakan respons atas serangan drone Amerika Serikat yang menghantam menara telekomunikasi di Pulau Qeshm dan sebuah menara di Sirik.
Selain itu, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan akan dibalas dengan tindakan yang lebih luas dari sekadar serangan terbatas. Salah satu langkah yang disebutkan adalah penutupan total Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia.
Pernyataan tersebut langsung memicu gejolak di pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi dampak ekonomi yang berkepanjangan.
Situasi di kawasan Timur Tengah memang terus memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari. Konflik tersebut kemudian memicu serangkaian aksi balasan yang memperluas ketidakstabilan di kawasan.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan ke Israel dengan menargetkan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Iran juga melakukan gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur terpenting bagi distribusi energi global.
Meski gencatan senjata telah mulai diberlakukan, berbagai upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas hingga kini masih terus berlangsung.
AS Klaim Gagalkan Serangan Rudal Iran
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim telah mencegat sejumlah rudal balistik dan pesawat nirawak yang diluncurkan Iran. Selain melakukan pencegatan, militer AS juga mengaku melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas radar pengawas Iran di Pulau Qeshm.
"Pasukan AS mencegat sejumlah rudal balistik dan drone yang diluncurkan Iran ke arah Selat Hormuz dan tetangga di kawasan Teluk, pada 5 Juni," menurut keterangan tertulis CENTCOM seperti dipantau di media sosial X, Sabtu.
Menurut CENTCOM, Iran menembakkan tujuh rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain hanya beberapa jam setelah pasukan AS menembak jatuh empat drone yang diluncurkan menuju Selat Hormuz.
"Drone serang tersebut menimbulkan ancaman nyata terhadap lalu lintas maritim kawasan," kata CENTCOM.
Sebagai respons, militer AS menyerang fasilitas radar pengawas rudal Iran yang berada di pesisir Goruk dan Pulau Qeshm. Langkah tersebut disebut dilakukan untuk mencegah potensi serangan lanjutan terhadap jalur pelayaran internasional.
Berdasarkan penilaian awal, CENTCOM menyatakan enam dari tujuh rudal Iran berhasil dicegat, sementara satu rudal lainnya gagal mencapai target. Amerika Serikat juga membantah klaim Iran yang menyebut serangan mereka berhasil merusak markas Armada Kelima AS di Bahrain.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id