Nasional . 02/06/2026, 05:51 WIB
fin.co.id - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto cukup intens melakukan kunjungan ke luar negeri sejak memimpin Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang kuat dengan para pemimpin dunia di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Pernyataan itu disampaikan Teddy melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin, sebagai tanggapan atas aspirasi yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai perjalanan luar negeri Presiden Prabowo.
Teddy menilai hubungan yang baik dengan para pemimpin negara lain perlu dibangun jauh sebelum muncul situasi darurat atau krisis internasional.
"Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya," kata Teddy.
Ia menyebut situasi global saat ini berubah dengan sangat cepat sehingga membutuhkan respons yang dinamis dari seorang kepala negara. Karena itu, Presiden memiliki agenda tahunan yang telah direncanakan maupun agenda yang disusun sesuai kebutuhan nasional dan internasional.
Menurut Teddy, Prabowo mulai memimpin Indonesia ketika berbagai krisis internasional terjadi di sejumlah wilayah dunia. Kondisi tersebut membuat komunikasi dan hubungan langsung dengan para pemimpin negara lain menjadi hal yang penting.
Ia menegaskan bahwa hubungan antarnegara tidak bisa dibangun secara mendadak ketika krisis sudah terjadi. Oleh sebab itu, Presiden perlu membangun kedekatan serta kepercayaan dengan para pemimpin dunia sejak awal masa pemerintahannya.
Selain melalui pertemuan resmi yang terbuka untuk publik, Teddy mengatakan diplomasi juga dapat berlangsung lewat komunikasi personal yang tidak selalu diketahui masyarakat luas.
Menanggapi usulan Dino Patti Djalal agar pertemuan dengan kepala negara lain dapat dilakukan di sela-sela forum internasional, Teddy menyatakan keputusan tersebut berada di tangan Presiden bersama Menteri Luar Negeri dengan mempertimbangkan kepentingan nasional.
"Beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan. Mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telpon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," terang Teddy.
Ia menambahkan bahwa komunikasi diplomatik tidak selalu harus dilakukan melalui pertemuan tatap muka. Dalam kondisi tertentu, komunikasi dapat dijalankan melalui sambungan telepon maupun jalur diplomasi lainnya sesuai kebutuhan.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyoroti sejumlah aspek terkait perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Sorotan tersebut mencakup pembiayaan kunjungan, jumlah rombongan yang ikut dalam perjalanan dinas, transparansi agenda kunjungan, frekuensi perjalanan ke berbagai negara dalam kurun 1,5 tahun, hingga usulan untuk memaksimalkan pertemuan dengan kepala negara lain dalam forum internasional.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id