News . 29/05/2026, 07:48 WIB

Tragedi Glamping di Posong, Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Dalam Tenda, Ini Penyebabnya...

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Peristiwa tragis terjadi di kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak ditemukan meninggal dunia saat melakukan glamping di area camping wisata tersebut.

Keempat korban diketahui bernama Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16). Mereka merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Insiden memilukan itu bermula ketika keluarga tersebut berlibur dan berkemah di kawasan wisata Posong. Mereka tiba di lokasi pada Selasa 26 Mei sekitar pukul 22.00 WIB.

Keesokan harinya, petugas pengelola wisata meminta para pengunjung untuk melakukan checkout karena area camping akan dibersihkan. Namun, saat petugas memanggil dari luar tenda, tidak ada respons dari dalam.

“Pada keesokan harinya, Rabu 27 Mei sekira pukul 11.45, petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses checkout karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun saat itu tidak ada respons dari dalam tenda,” ujar Kasat Reskrim Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra.

Karena curiga, petugas kembali mendatangi tenda sekitar pukul 15.00 WIB dan membuka pintu tenda. Saat diperiksa, seluruh anggota keluarga ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh kaku.

Keempat jenazah diketahui berada di atas kasur di dalam tenda glamping. Tidak ditemukan busa di mulut para korban. Namun, telapak tangan tiga korban terlihat mengepal, sementara satu korban lainnya tertutup selimut.

Diduga Keracunan Gas

Polisi menduga kuat para korban meninggal akibat keracunan gas. Dugaan tersebut muncul setelah petugas menemukan gas portable yang digunakan keluarga itu untuk memasak.

“Kemungkinan ada dua, dari gas portable itu sama gas setelah bakar-bakar. Jadi setelah barbeque-an karena langsung tidur, setelah dia bakar-bakar langsung ditutup pintunya,” kata Mahendra.

Ia menjelaskan, kondisi tenda glamping yang cukup tertutup diduga membuat sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik sehingga gas terperangkap di dalam tenda.

“Posisi bbq-an memang agak ke luar tapi kemungkinan masuk (ke tenda). Jadi ada dua kemungkinan,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi sempat menduga para korban mengalami keracunan makanan. Namun dugaan itu dibantah setelah tidak ditemukan tanda-tanda muntahan di lokasi kejadian.

Menurut Mahendra, ciri-ciri yang ditemukan lebih mengarah pada keracunan gas CO2.

“Tidak ada muntahan, tidak ada perlawanan, jadi ciri khasnya gas CO2 ini lemas, lemas, ngantuk, ngantuk, tiba-tiba hilang,” ungkapnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id