Nasional . 29/05/2026, 19:48 WIB
fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program pemenuhan gizi nasional. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa pihaknya melarang keras calon mitra membangun dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum mereka lolos seluruh verifikasi persyaratan resmi.
"Calon mitra dilarang membangun dapur apabila belum terverifikasi," kata Sony Sonjaya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.
Sony menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin mengajukan diri sebagai rekanan BGN untuk membuka dapur MBG sebenarnya wajib melalui prosedur resmi di portal mitra.BGN.go.id. Seluruh proses pendaftaran dan pengumpulan berkas administrasi berlangsung secara daring.
Calon mitra baru akan bertemu secara fisik ketika petugas lapangan datang untuk melakukan survei langsung ke lokasi. Pihak BGN juga memastikan bahwa proses verifikasi ini sama sekali tidak memungut biaya alias gratis.
Proses pengajuan kemitraan ini memiliki tahapan yang sistematis dan ketat. Calon rekanan harus melewati fase verifikasi persyaratan awal dengan melengkapi berbagai data penting organisasi, seperti nama dan susunan pengurus yayasan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta Nomor Induk Berusaha (NIB).
Setelah calon pengembang lolos dari tahapan verifikasi berkas tersebut, sistem akan menerbitkan nomor ID yayasan unik yang terdiri dari enam digit angka. Nomor identitas inilah yang menjadi modal utama untuk mengajukan titik lokasi pembangunan dapur MBG.
Sistem digital BGN juga bekerja secara pintar untuk mencegah penumpukan fasilitas di satu wilayah. Jika kuota lokasi yang diajukan oleh calon mitra ternyata sudah penuh, teknologi informasi mereka akan langsung memberikan penolakan secara otomatis.
"Jadi, di sistem itu sudah menginformasikan ketika titik lokasi dapur yang diajukan dalam lokasi, kuotanya sudah terisi, sistem akan memberikan informasi, dan di sistem itu ada tulisan blok merah," ujarnya.
Bagi masyarakat yang baru berencana mendaftar, tampaknya harus menggigit jari. Sony Sonjaya menyampaikan informasi penting bahwa pihak BGN saat ini sudah tidak lagi membuka kesempatan pengajuan baru karena portal kemitraan daring tersebut telah ditutup secara resmi.
Saat ini, fokus utama Badan Gizi Nasional beralih pada fase pemeriksaan dan pencocokan data yang masuk. Pemerintah menerapkan metode pengumpulan data dari bawah ke atas agar koordinasi di tingkat akar rumput menjadi lebih akurat.
"Jadi, portal mitra sudah ditutup, dan sekarang BGN sedang melakukan validasi data (verifikasi data). Pendataan dengan buttom-up, dikumpulkan data itu melalui sistem mulai tingkat desa," kata Sony Sonjaya.
Meskipun akses pendaftaran telah berakhir, pasokan dan kesiapan fasilitas dapur untuk menyokong program pangan bergizi ini sudah menunjukkan angka yang sangat signifikan. Berdasarkan pemutakhiran data terbaru, jumlah unit yang siap pakai sudah tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id