News . 28/05/2026, 07:07 WIB
fin.co.id - Aparat kepolisian berhasil membekuk pelaku berinisial I (19) yang diduga kuat melakukan aksi rudupaksa disertai pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berinisial JN (12). Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi tanpa busana di dalam toilet sebuah rumah kosong yang terletak di Jalan Sultan Abdullah II, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Proses penangkapan pelaku ini diwarnai aksi drama. Pelaku sempat mencoba mengelabui petugas yang sedang berada di lokasi kejadian.
"Dari hasil penyelidikan awal, tim di lapangan berbicara dengan para saksi, melihat kondisi. Saat sedang olah tempat kejadian perkara (TKP), ada ribut-ribut di sana, ternyata pelaku berupaya mengalihkan perhatian," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di Makassar, Rabu.
Modus Pelaku Mengalihkan Perhatian Polisi
Kapolrestabes Makassar menjelaskan bahwa modus membuat keributan dengan warga saat proses olah TKP tersebut sengaja dilakukan pelaku. Tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian tim Inafis dan Dokpol serta personel kepolisian dari Satreskrim Polsek Tallo dan Polrestabes agar mereka segera meninggalkan lokasi.
Merespons insiden keributan yang terjadi di sekitar lokasi, petugas di lapangan menaruh curiga pada seorang lelaki berbaju merah yang gerak-geriknya terlihat mencurigakan. Petugas kemudian langsung mengamankan pria tersebut di lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, belakangan diketahui bahwa pria itulah yang menjadi pelakunya.
"Itu dilakukan (ribut-ribut) supaya polisi cepat pergi dari situ mengurusi kegiatan lain, ternyata ini adalah pelakunya dengan inisial I usia 19 tahun, dia adalah pelakunya," tuturnya.
Dipicu Narkoba dan Konten Porno
Setelah diamankan dan menjalani interogasi secara mendalam oleh pihak kepolisian, pelaku akhirnya mengakui semua perbuatan keji yang telah dilakukannya. Pelaku tega melakukan perbuatan bejat tersebut kepada korban karena terbawa nafsu birahi.
"Berdasarkan keterangan dari pelaku, memang sudah memperhatikan korban sejak lama. Selain itu, dia juga pengguna narkotika dan sering nonton film porno di ponselnya. Itu awal yang memicu dia melihat anak umur 12 tahun ini," ujar Kapolrestabes.
Kronologi Kejadian Kejiz
Aksi keji pelaku bermula dari modus meminta bantuan. Pelaku memanggil korban dan memintanya untuk dibelikan air mineral. Setelah korban membelikan air tersebut, pelaku kembali menyuruh korban untuk membeli makanan. Ketika korban kembali dan membawakan makanan tersebut kepada pelaku, saat itulah korban langsung diseret masuk ke dalam rumah kosong.
"Korban langsung dibekap mulutnya, setelah itu dibenturkan kepalanya, karena memang meronta. Kepala korban dibenturkan ke bawah (lantai) dan sangat tidak manusiawi," tutur Arya.
Tidak sampai di situ, lanjut Arya, perbuatan kejinya kembali dilancarkan pelaku. Setelah korban pingsan, ia kembali melakukan aksi bejatnya.
Mengenai penyebab pasti dari kematian korban, mantan Kapolres Metro Depok ini menyatakan bahwa pihaknya masih harus menunggu hasil otopsi secara resmi yang nantinya akan dijelaskan secara mendetail oleh tim dokter.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id