Internasional . 27/05/2026, 23:40 WIB
fin.co.id - Hamas secara resmi mengumumkan kabar duka mengenai kematian Mohammed Awda pada Rabu, 27 Mei 2026. Figur penting sekaligus tokoh senior di sayap bersenjata mereka, Brigade Al-Qassam, mengembuskan napas terakhir menyusul serangan udara brutal yang militer Israel lancarkan di kawasan Kota Gaza.
Melalui pernyataan tertulisnya, pihak Hamas menjelaskan bahwa Awda gugur pada Selasa malam. Serangan udara Israel yang menargetkan sebuah bangunan tempat tinggal tersebut tidak hanya merenggut nyawa sang komandan, tetapi juga menewaskan istri dan kedua putranya.
Kelompok perlawanan Palestina ini menggambarkan sosok Awda sebagai seorang "komandan senior Qassam". Hamas juga menambahkan bahwa sang perwira merupakan bagian dari "generasi pertama yang meletakkan dasar bagi operasi perlawanan bersenjata dan militan."
Sebelum keluar pengumuman resmi dari Hamas, pihak tentara Israel sudah mengklaim keberhasilan mereka dalam membunuh Awda di wilayah Gaza utara. Militer Israel melemparkan tuduhan bahwa Awda baru saja mendapatkan mandat sebagai komandan baru untuk memimpin sayap bersenjata Hamas.
Sejalan dengan klaim tersebut, sejumlah media Israel juga melaporkan spekulasi serupa. Berita yang beredar menyebutkan bahwa organisasi telah mengangkat Awda ke posisi strategis tersebut untuk menggantikan Izz al-Din al-Haddad yang juga terbunuh baru-baru ini.
Pada hari Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz turut bersuara. Keduanya membenarkan bahwa tentara Israel memang sengaja membidik Awda dalam sebuah operasi serangan udara di Kota Gaza. Pernyataan dari pucuk pimpinan Israel ini muncul setelah jet-jet tempur mereka membombardir area padat penduduk di pusat Kota Gaza tepat pada malam hari raya Idul Adha.
Selain menggempur Jalur Gaza, militer Israel juga melancarkan operasi udara berskala besar ke wilayah Lebanon selatan pada hari Selasa. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa rangkaian serangan udara tersebut merenggut setidaknya 31 nyawa dan menyebabkan 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Pihak militer Israel mengarahkan bom-bom mereka ke sejumlah kota di Lebanon selatan, termasuk Burj al-Shamali, Kawthariyet El Riz, Habboush, Maarakeh, dan Selaa. Kantor berita resmi Lebanon, NNA, memberikan detail bahwa setidaknya 10 orang—termasuk wanita dan anak-anak—tewas dalam satu hantaman keras di Burj al-Shamali.
NNA juga melaporkan adanya tiga serangan udara terpisah yang menyasar area dekat Bendungan Qaraoun di Lebanon timur. Wilayah ini merupakan tempat berdirinya waduk air terbesar di seluruh negeri.
Agresi udara massal ini terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman keras. Ia bersumpah akan meningkatkan intensitas gempuran terhadap kelompok Hizbullah sebagai balasan atas aksi serangan pesawat tak berawak (drone) kelompok tersebut yang menyasar pasukan Israel.
Sejak 2 Maret, Israel terus memperluas jangkauan operasi militernya ke Lebanon. Data resmi menunjukkan bahwa serangan-serangan tersebut telah menewaskan hampir 3.200 orang, melukai lebih dari 9.600 warga, serta memaksa lebih dari 1,6 juta orang mengungsi dari rumah mereka.
Pihak tentara Israel tetap melanjutkan aksi ofensif harian ini, meskipun kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat telah berlaku sejak 17 April dan mendapatkan perpanjangan hingga awal Juli mendatang.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id