Lifestyle . 27/05/2026, 05:40 WIB
Hari demi hari berlalu. Persediaan air mulai habis. Tangisan bayi Ismail memecah kesunyian gurun. Dalam kepanikan dan rasa cemas, Siti Hajar berusaha mencari pertolongan.
Ia berlari dari Bukit Shafa menuju Marwah, lalu kembali lagi. Berulang kali ia menempuh perjalanan itu demi mencari air untuk putranya. Hingga tujuh kali bolak-balik dilakukan di tengah panas gurun yang menyengat.
Di saat itulah pertolongan Allah SWT datang. Mata air Zamzam muncul dari hentakan Malaikat Jibril AS di dekat Nabi Ismail. Air itu kemudian menjadi sumber kehidupan bagi wilayah Makkah hingga sekarang.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Ibu Ismail, jika saja ia membiarkan Zamzam – atau Beliau berkata: ‘seandainya dia tidak menciduk airnya- niscaya Zamzam menjadi mata air yang mengalir.”
Waktu terus berjalan. Nabi Ismail tumbuh menjadi anak yang saleh dan patuh kepada orang tua. Hingga suatu hari, Nabi Ibrahim kembali mendapat ujian yang jauh lebih berat.
Dalam mimpinya, Allah SWT memerintahkan agar beliau menyembelih putranya sendiri.
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamasama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (QS Ash-Shafaat [37] : 102)
Perintah itu tentu sangat berat bagi seorang ayah. Ismail adalah anak yang lama dinanti, tumbuh dengan penuh perjuangan, dan sangat dicintai. Namun Nabi Ibrahim tetap menunjukkan keteguhan iman.
Yang menggetarkan, Nabi Ismail pun menerima perintah itu dengan penuh keikhlasan.
“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shafaat [37] : 102).
Saat Nabi Ibrahim bersiap melaksanakan perintah Allah SWT, ujian itu mencapai puncaknya. Namun Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor sembelihan besar.
“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104:107).
Dari peristiwa itulah syariat qurban bermula. Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id