Internasional . 26/05/2026, 07:33 WIB
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendorong negara-negara Arab untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel melalui kesepakatan yang dikenal sebagai Abraham Accords.
Seruan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Senin 25 Mei. Menurutnya, langkah normalisasi hubungan dengan Israel dapat menjadi bagian penting dari upaya menciptakan stabilitas baru di kawasan Timur Tengah, termasuk dalam proses pembicaraan damai dengan Iran.
Trump mengaku telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara terkait gagasan tersebut. Ia menilai momentum diplomatik saat ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama regional.
“Setelah semua upaya yang dilakukan Amerika Serikat mencoba menyatukan teka-teki yang sangat kompleks ini, seharusnya wajib bagi semua negara ini, setidaknya secara bersamaan, untuk menandatangani Perjanjian Abraham (Abraham Accords),” tulis Trump.
Beberapa negara yang disebut Trump antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, serta Bahrain.
Ia menyebut sebagian besar negara tersebut dinilai sudah berada dalam posisi siap untuk mendukung kesepakatan baru yang lebih luas di kawasan.
“(Mereka harus) siap bersedia, dan mampu menjadikan kesepakatan dengan Iran ini sebagai peristiwa yang jauh lebih bersejarah daripada yang seharusnya,” ujar Trump.
Trump juga menilai proses normalisasi sebaiknya diawali oleh Arab Saudi dan Qatar agar dapat menjadi contoh bagi negara lain di Timur Tengah. Bahkan, ia memberi sinyal bahwa Iran semestinya ikut ambil bagian dalam kesepakatan tersebut meski selama ini dikenal sebagai salah satu musuh utama Israel.
Abraham Accords sendiri merupakan kesepakatan yang mendorong normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan sejumlah negara Arab. Perjanjian itu mulai diperkenalkan pada masa pemerintahan pertama Trump dan menjadi salah satu agenda utama kebijakan luar negeri Washington di Timur Tengah.
Meski demikian, kesepakatan tersebut masih menuai penolakan di sebagian kawasan Arab karena dianggap tidak menyentuh isu kemerdekaan Palestina. Arab Saudi, misalnya, beberapa kali menegaskan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina menjadi syarat utama sebelum membuka hubungan resmi dengan Israel.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran masih terus melanjutkan negosiasi guna mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari lalu. Pemerintahan Trump disebut berupaya menekan program nuklir Iran, sementara Teheran meminta jaminan bahwa hak pengayaan uranium mereka tetap dihormati dalam kesepakatan apa pun yang tercapai. *
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id