Internasional . 24/05/2026, 20:48 WIB

Judul SEO: Wabah Campak di Bangladesh Mengganas, Lebih dari 500 Anak Meninggal Dunia

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.idKrisis kesehatan yang sangat memprihatinkan melanda Bangladesh. Wabah campak yang tengah mengganas di negara tersebut telah merenggut nyawa lebih dari 500 anak. Data resmi pemerintah pada Sabtu, 23 Mei 2026 mengonfirmasi bahwa situasi ini menandai lonjakan kasus paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir akibat penyakit yang sebenarnya bisa kita cegah melalui imunisasi.

Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang semakin genting. Berbagai rumah sakit di ibu kota Dhaka kini kewalahan menangani gelombang pasien yang terus berdatangan. Pihak manajemen rumah sakit bahkan harus mendirikan bangsal khusus untuk merawat para penderita, meskipun mereka saat ini mengalami kesulitan besar untuk menyediakan tempat tidur di ruang perawatan intensif (ICU).

Angka kematian pun masih terus merangkak naik secara signifikan. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, sebanyak 13 anak meninggal dunia. Berdasarkan data akumulasi dari departemen kesehatan sejak 15 Maret, total korban jiwa akibat bencana kesehatan ini kini telah mencapai 512 anak.

Dampak Celah Imunisasi Pasca-Pergolakan Politik 2024

Untuk meredam penyebaran penyakit, negara Asia Selatan berpenduduk padat ini sebenarnya telah meluncurkan program vaksinasi massal secara agresif. Kepala UNICEF di Bangladesh, Rana Flowers, mengungkapkan pada pekan ini bahwa kampanye imunisasi darurat tersebut kini telah menjangkau hingga 18 miIiar anak.

Meski demikian, masyarakat masih harus bersabar karena departemen kesehatan setempat menyatakan bahwa dampak penuh dari pemberian vaksin ini baru akan terlihat dan terasa setelah beberapa bulan ke depan.

Mengapa wabah ini bisa menyebar begitu masif? Pihak UNICEF memberikan penjelasan mengenai akar masalah dari krisis kesehatan ini:

Kekosongan Imunisasi Massal: UNICEF menyatakan pada hari Rabu bahwa kesenjangan dalam pemberian imunisasi rutin memburuk secara drastis selama dan setelah kekacauan pemberontakan tahun 2024.

  • Runtuhnya Sistem Pengawasan: Peristiwa politik yang menggulingkan pemerintahan otokratis negara tersebut mengacaukan layanan kesehatan masyarakat.
  • Jutaan Anak Tanpa Perlindungan: Dampak dari ketidakstabilan negara membuat sejumlah besar anak-anak melewatkan dosis vaksin penting mereka sehingga tidak memiliki kekebalan terhadap virus.

Gejala Komplikasi Berbahaya dan Kondisi Gizi Buruk Pasien

Penyakit campak sendiri terkenal sebagai infeksi yang sangat menular. Virus ini menyebar dengan sangat mudah melalui droplet di udara saat penderita batuk dan bersin. Tragisnya, dunia medis belum memiliki pengobatan khusus untuk menyembuhkan pasien setelah mereka tertular virus ini.

Jika tidak mendapat penanganan tepat, penyakit ini bisa memicu komplikasi medis yang sangat berbahaya bagi tubuh, seperti:

  • Pembengkakan pada jaringan otak (ensefalitis).
  • Masalah pernapasan yang parah dan akut.
  • Infeksi sekunder pada organ tubuh lainnya.

Meskipun virus ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Petugas kesehatan di lapangan melaporkan bahwa anak-anak yang mengalami dampak paling parah umumnya merupakan balita yang kekurangan gizi dan berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. Kombinasi antara melewatkan jadwal vaksinasi rutin dan memiliki kekebalan tubuh yang lemah akibat gizi buruk membuat kondisi mereka cepat memburuk.

Rumah Sakit Terima Pasien Balita dalam Kondisi Kritis

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id