Ragam . 23/05/2026, 16:54 WIB
fin.co.id - Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat resmi menyelenggarakan program Short Course Kurikulum Pesantren pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Bertempat di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, kegiatan yang mengangkat tema "Integrasi Kurikulum Pesantren: Menghubungkan Tradisi dengan Inovasi Masa Depan" ini berhasil mengumpulkan lebih dari 50 perwakilan pengasuh dan praktisi pesantren dari berbagai wilayah.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons nyata atas tantangan era disrupsi digital serta lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Meskipun undang-undang tersebut memberikan pengakuan kuat terhadap kekhasan pesantren, dunia akademik menuntut adanya akselerasi nyata agar kompetensi lulusan santri memiliki daya saing yang setara dengan standar global tanpa sedikit pun kehilangan jati diri salafnya.
Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pesantren MUI Pusat, Dr. KH. Ahmad Fahrur Rozi Burhan, menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya relevansi pondok pesantren di era modern. Beliau menekankan bahwa lembaga pesantren harus senantiasa tanggap zaman dan siap menerima gerbang perubahan agar terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Dr. H. Basnang Said, M.Ag., menegaskan bahwa kehadiran Komisi Pesantren sebagai komisi baru di lingkungan MUI Pusat memiliki nilai filosofis yang sangat mendasar.
"Marwah dan fatwa-fatwa MUI selama ini bertumpu pada substansi keilmuan yang bersumber dari kitab kuning. Otoritas penuh dalam mengkaji, memahami, dan mengontekstualisasikan kitab-kitab klasik tersebut secara sanad keilmuan berada di tangan para kiai, pengasuh, dan santri pondok pesantren. Oleh karena itu, pembentukan komisi baru ini menjadi jembatan krusial agar otoritas keilmuan khas pesantren dapat terus menyuburkan dan memperkuat keputusan-keputusan keagamaan di tingkat nasional," ujar Dr. H. Basnang Said.
Agenda Short Course intensif ini dibagi ke dalam dua sesi materi utama yang diisi oleh pakar-pakar akademik terkemuka:
-Pemateri: Prof. Dr. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.
-Fokus Pembahasan: Secara khusus membedah pentingnya digitalisasi kurikulum dan perpustakaan (kepustakaan) pesantren. Langkah digitalisasi ini dinilai krusial untuk mengintegrasikan khazanah tradisi dengan standar akademik modern agar adaptif di era disrupsi.
-Pemateri: Prof. Dr. R. Yani'ah Wardani, M.Ag.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id