Ragam . 22/05/2026, 18:08 WIB

FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia

Penulis : FIN
Editor : FIN

fin.co.id - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengingatkan risiko krisis pangan global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi gangguan rantai pasok dunia. Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru memperkuat posisi sebagai negara dengan ketahanan pangan yang semakin kokoh dan siap mengambil peran sebagai pemasok pangan dunia.

Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero, dalam pernyataannya pada podcast FAO pada 18 Mei 2026 mengingatkan bahwa potensi penutupan Selat Hormuz bukan sekadar gangguan sementara pada jalur perdagangan internasional, melainkan dapat berkembang menjadi guncangan sistemik terhadap sektor pangan dan pertanian global. Menurutnya, negara-negara perlu memperkuat kapasitas pangannya agar lebih tahan menghadapi berbagai hambatan global.

“Saatnya telah tiba untuk mulai berpikir serius tentang bagaimana meningkatkan kapasitas pangan negara-negara, bagaimana meningkatkan ketahanan mereka terhadap hambatan ini,” ujar Maximo Torero.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pemerintah telah mengantisipasi berbagai potensi gejolak global melalui penguatan produksi, peningkatan cadangan pangan, serta langkah strategis menjaga stabilitas pasokan nasional.

“Pangan kita siap menghadapi berbagai kondisi terburuk, mulai dari El Nino, La Nina, hingga dinamika geopolitik global. Pertanian kita insya Allah tetap aman,” tegas Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, kondisi pangan nasional saat ini berada pada posisi yang relatif kuat karena produksi berada di atas kebutuhan konsumsi nasional.

“Produksi beras kita berkisar antara 2,6 sampai 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya produksi kita berada di atas konsumsi. Jadi pangan aman, masyarakat tidak perlu risau,” ujar Mentan Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta.

Mentan Amran menambahkan pengalaman masa lalu menjadi pelajaran penting bahwa ketahanan pangan bukan hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi nasional.

“Kalau kebutuhan dalam negeri aman dan stok kuat, Indonesia harus berani mengambil peran lebih besar. Kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga harus siap membantu negara sahabat yang membutuhkan,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI terkait penyerapan gabah pada 19 Mei 2026 menyampaikan bahwa penguatan stok dan peningkatan produksi menjadi modal penting Indonesia dalam menghadapi dinamika global.

Hingga 18 Mei 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog tercatat mencapai sekitar 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia modern.

“Stok kita melimpah, sudah 5,3 juta ton. Potensi produksi dan serapan ke depan juga masih sangat besar,” ujar Wamentan Sudaryono.

Menurut Wamentan, cadangan pangan nasional yang terus menguat tidak hanya berfungsi menjaga kebutuhan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga memberi peluang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama pangan dengan negara lain secara terukur.

Indonesia sebelumnya mulai membuka pasar baru melalui pengiriman beras premium sebanyak 2.280 ton senilai Rp38 miliar ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton kepada Palestina sebagai bentuk solidaritas Indonesia terhadap krisis kemanusiaan.

“Kita sudah kirim 10 ribu ton beras ke Palestina, ke Arab Saudi sekitar 2.000 ton. Ke depan, kita berharap bukan hanya jemaah Indonesia saat haji dan umrah yang mengonsumsi beras RI, tetapi juga jemaah negara lain,” ujarnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id