Ragam . 20/05/2026, 16:31 WIB
Capaian tersebut tercermin dari peningkatan produksi pangan nasional yang disebut tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, disertai lonjakan cadangan beras pemerintah yang kini telah melampaui 5,3 juta ton.
“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita tidak cukup, kita harus sewa gudang-gudang lain,” kata Presiden.
Selain itu, Presiden juga menyoroti penguatan sektor pupuk nasional. Menurutnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga petani memperoleh akses pupuk yang lebih baik dan mencukupi.
“Kita juga sudah amankan produksi pupuk kita. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen,” ujarnya.
Presiden menegaskan, keberhasilan tersebut perlu dijaga bersama dengan memastikan pupuk bersubsidi tidak diselewengkan maupun disalurkan tidak sesuai peruntukan.
“Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id