Ragam . 19/05/2026, 18:58 WIB

Garap 3 Wilayah Krusial, Hutama Karya Terapkan Teknologi Canggih di Proyek Darurat Aceh

Penulis : FIN
Editor : FIN

Di zona ini, pertahanan kaki lereng diperkuat dengan menanam 329 titik soldier pile sedalam 12 meter serta memanfaatkan teknologi mortar busa.

Di sisi lain, proyek Jembatan Lawe Mengkudu menunjukkan tren positif di mana progres fisiknya telah menembus angka 60% dan ditargetkan bisa segera dilalui kendaraan.

Mandiri Logistik di Tengah Keterbatasan

Kondisi geografis yang ekstrem kerap memicu kelangkaan pasokan beton siap pakai (readymix) dari luar. Mengatasi kendala logistik tersebut, Hutama Karya mengambil inisiatif taktis dengan membangun fasilitas batching plant (pabrik pengolahan beton) mandiri secara langsung di beberapa titik proyek.

Untuk wilayah PPK 3.3, Hutama Karya mengombinasikan pasokan dari vendor lokal dengan mengoperasikan unit batching plant mobile milik sendiri guna mempercepat ritme kerja. Di wilayah PPK 3.4, kebutuhan material terbantu oleh kapasitas pabrik lokal yang sudah tersedia.

Langkah paling agresif dilakukan di wilayah PPK 3.5; perusahaan bergerak cepat dengan memboyong batching plant mobile sekaligus mendirikan unit pabrik baru di lokasi.

Strategi ini sukses menjamin ketersediaan beton berkualitas tinggi secara mandiri tanpa perlu bergantung pada rantai distribusi luar daerah.

Adopsi Teknologi Mutakhir dan Pendekatan Sosial

Akurasi dan kecepatan proyek ini turut ditopang oleh teknologi modern. Hutama Karya memanfaatkan sensor Lidar untuk mempercepat proses desain awal, serta drone komersial untuk survei fotogrametri udara.

Tak hanya urusan teknis, aspek sosial juga menjadi perhatian utama. Koordinasi berkala terus dijalin bersama tokoh adat (Reje) serta jajaran pemerintah kecamatan (Pengulu/Camat) agar proses pembebasan lahan dan dinamika sosial kemasyarakatan berjalan harmonis.

Kombinasi kerja keras ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026. Keberadaan jalur yang mantap ini diharapkan mampu memulihkan urat nadi logistik serta mobilitas warga di wilayah tengah hingga tenggara Aceh, yang pada akhirnya akan mendongkrak ketahanan pangan dan roda ekonomi daerah.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam merespons cepat kondisi darurat infrastruktur.

Sinergi antara teknologi tepat guna, kemandirian logistik, dan pendekatan sosial menjadi kunci dalam menghadapi medan ekstrem di dataran tinggi Aceh.

"Penanganan tanggap darurat di ruas Aceh ini, mulai dari wilayah PPK 3.3, 3.4, hingga 3.5, adalah prioritas nasional untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Kami menerapkan inovasi teknologi serta mitigasi risiko logistik yang matang—seperti pembangunan batching plant mandiri—untuk memastikan kualitas dan kecepatan pekerjaan tetap optimal meski dalam kondisi geografis yang sulit. Proyek ini adalah wujud nyata kontribusi Hutama Karya dalam membangun konektivitas yang andal dan berkelanjutan di wilayah Aceh,” tutup Hamdani.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id