Internasional . 18/05/2026, 11:29 WIB
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan baru yang sangat keras kepada Iran pada Minggu, 17 Mei 2026. Trump menegaskan bahwa Teheran harus segera mengambil langkah menuju kesepakatan damai. Jika menolak, Trump mengancam "tidak akan ada yang tersisa dari mereka."
Washington meluncurkan serangan besar-besaran bersama pasukan Israel terhadap Republik Islam tersebut sejak 28 Februari. Hingga kini, AS masih bersusah payah memecah kebuntuan politik demi mengakhiri perang yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah dan memicu lonjakan harga energi global.
"Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bergerak, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka," tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya. Ia menambahkan, "Waktu sangat penting!"
Konflik bersenjata ini memicu blokade efektif terhadap Selat Hormuz, sebuah jalur maritim vital yang menampung sekitar 20 persen ekspor minyak mentah global pada masa damai. Perang ini juga menyeret negara tetangga seperti Israel dan Lebanon ke dalam pertempuran sampingan yang mematikan.
Pemerintah ulama Iran, yang bertindak sebagai pelindung kelompok Hizbullah, menuntut gencatan senjata permanen di Lebanon terlebih dahulu. Mereka baru akan membahas kesepakatan damai yang lebih luas dengan Trump. Sikap Teheran ini memicu frustrasi Trump karena mereka menolak tunduk pada syarat-syarat yang AS ajukan.
Di pihak lain, ketegangan di lapangan tetap tinggi. Seorang pejabat militer Israel melaporkan bahwa Hizbullah telah menembakkan sekitar 200 proyektil ke wilayah Israel dan pasukannya sepanjang akhir pekan, meskipun kedua belah pihak sempat sepakat memperpanjang gencatan senjata.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan terbaru Israel di wilayah selatan negara tersebut pada hari Minggu menewaskan lima orang, termasuk dua anak-anak. Sejak awal perang, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 2.900 orang di Lebanon, termasuk 400 korban jiwa sejak gencatan senjata bermula pada 17 April.
Sebenarnya, Washington dan Teheran sudah menyetujui gencatan senjata sejak 8 April, tetapi negosiasi perdamaian berjalan di tempat dan serangan sporadis terus terjadi. Media lokal Iran melaporkan bahwa Amerika Serikat gagal memberikan konsesi konkret dalam tanggapan terbaru mereka terhadap agenda perundingan yang Iran usulkan.
Kantor berita Fars mengungkapkan bahwa Washington mengajukan daftar lima poin tuntutan. Daftar tersebut memaksa Iran untuk hanya mengoperasikan satu situs nuklir saja dan menyerahkan seluruh persediaan uranium yang diperkaya tinggi kepada Amerika Serikat.
Selain itu, Washington menolak mencairkan aset Iran di luar negeri—bahkan untuk jumlah 25 persen sekalipun—serta menolak membayar ganti rugi atas kerusakan akibat perang.
"Amerika Serikat, tanpa menawarkan konsesi nyata, ingin mendapatkan konsesi yang gagal diperoleh selama perang, yang akan menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi," tulis kantor berita Mehr dalam laporannya.
Hari Minggu kemarin juga diwarnai oleh berbagai kerusuhan di sudut wilayah lain. Sebuah serangan pesawat tak berawat (drone) memicu kebakaran hebat di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir di emirat Abu Dhabi. Pihak berwenang memastikan tidak ada korban luka maupun lonjakan radiasi akibat insiden ini.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id